Berita

Massa aksi dari Aliansi Rakyat Lawan Korupsi/Net

Politik

Revisi UU Dan Pimpinan Baru Akan Kembalikan Jadi Diri KPK

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 10:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dengan disahkannya revisi UU KPK, maka agenda pemberantasan korupsi ke depan akan semakin optimal dan progresif. Masyarakat juga meyakini bahwa KPK akan semakin kuat, karena didukung banyak elemen.

Kamis kemarin (19/9), massa aksi dari Aliansi Rakyat Lawan Korupsi kembali menggelar aksi unjuk rasa mendukung komisioner KPK terpilih periode 2019-2023 dan revisi UU KPK yang telah disahkan DPR, di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta.

"Kami optimis revisi UU KPK yang telah disahkan menjadi UU ini akan semakin memperkuat KPK ke depan baik dari segi kewenangan maupun kelembagaan, terlebih lagi di bawah komando pimpinan KPK yang baru yang tentunya akan segera dilantik oleh Presiden Jokowi," kata koordinator aksi, Ferdio.


Selain itu, dalam orasinya Ferdio juga mendorong agar Presiden Jokowi mempercepat pelantikan terhadap Firli Bahuri dkk, agar berbagai polemik di tubuh KPK segera diakhiri.

Mereka juga menyampaikan kekecewaan terhadap KPK di bawah kepemimpinan Agus Rahardjo dkk, karena dianggap gagal menjaga marwah KPK sebagai lembaga yang selama menjadi harapan publik untuk memberantas korupsi.

"Kami sudah gerah dan kecewa terhadap kepemimpinan saudara Agus, karena tidak mampu menjaga marwah KPK dengan melakukan pembiaran terhadap sejumlah oknum pegawai KPK yang menggelar aksi penolakan terhadap pimpinan KPK yang telah ditetapkan oleh DPR," ujar Ferdio.

Mengenai Wadah Pegawai KPK yang melakukan penolakan terhadap komisioner KPK yang telah ditetapkan oleh dewan, Ferdio menegaskan bahwa WP KPK tersebut sarat dengan kepentingan dan harus segera dibubarkan.

"Buat kami Wadah Pegawai KPK ini sarat dengan kepentingan oknum yang mau merusak internal KPK, serta menciptakan polemik dan kegaduhan yang mengganggu agenda pemberantasan korupsi, jadi lebih baik dibubarkan sajalah," pungkas Ferdio.

Aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Lawan Korupsi ini berjalan dengan damai, dan ditutup dengan pelepasan puluhan balon udara sebagai simbol harapan dan kepercayaan masyarakat terhadap pimpinan KPK yang baru.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya