Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Pertanyaan Fahri: Kalau Sistemnya Korup Kenapa Presiden Terpilih Lagi?

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 05:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka dana hibah KONI.

Penetapan tersangka ini sekaligus menambah deretan lingkaran presiden yang terjerat kasus korupsi. Di era Jokowi, setidaknya sudah ada dua menteri yang masuk jerat KPK. Sebelum Imam Nahrawi, Idrus Marham juga jadi tersangka KPK saat jadi Menteri Sosial.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang dikenal keras dengan metode pemberantasan korupsi KPK pun bertanya-tanya tentang kondisi nyata yang terjadi di negeri ini.


Pasalnya lebih dari 15 tahun, presiden yang terpilih di negeri ini selalu dikenal bersih dan punya reputasi baik. Padahal di saat bersamaan, lingkaran tempat kerja mereka terjerat korupsi yang ditangani KPK.

“Seperti di tempat pembuangan sampah ada seorang yang wangi luar biasa,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat (20/9).

Dia bahkan mengajukan satu pertanyaan yang menurutnya akan sulit dijawab oleh KPK dan para pendukung lembaga anti rasuah tersebut.

“Fakta bahwa begitu banyak menteri dan anggota kabinet dalam 15 tahun ini jadi narapidana korupsi. Tapi mengapa presidennya tetap memiliki citra bersih dan bahkan terpilih dua kali?” tanyanya.

Fenomena ini, sambungnya, tidak hanya terjadi saat Jokowi terpilih kembali jadi presiden. Tapi sudah dimulai sejak zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jadi kalau sistemnya korup kenapa presidennya bersih? Dan selalu terpilih kembali? Pak SBY terpilih kembali dan Pak Jokowi juga. Apa yang terjadi dengan anomali ini?” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya