Berita

Presiden Joko Widodo ketika meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Riau./Ist

Politik

Beathor: Jokowi Perlu Ubah Gaya Komunikasi One Man Show

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 07:17 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Selama berkuasa pada lima tahun pertama Presiden Joko Widodo mengembangkan gaya komunikasi one man show. Dalam posisi sebagai presiden, Jokowi memiliki sejumlah jurubicara. Namun mereka nyaris tidak berguna, karena Jokowi dengan senang hati berhadapan langsung dengan media dan masyarakat.

Menurut hemat aktivis senior Beathor Suryadi yang juga merupakan Asisten Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), ada baiknya Jokowi mengubah gaya komunikasi itu dalam periode kedua pemerintahannya nanti.

“Presiden Jokowi selalu tampil ke depan, menghadapi wartawan dan warga secara langsung, berfoto dan berkomentar tentang sesuatu secara spontan. Kondisi ini dilakukan untuk mendapatkan credit point bahwa Jokowi sebagai presiden mudah ditemui tanpa birokrasi. Walaupun orang sono mengatakan ini sekadar pecitraan,” urai Beathor yang sudah malang melintang di dunia gerakan dan perpolitikan tanah air.


“Berdasarkan penjelasan Mas Sukardi Rinakit, korban dari gaya one man show ini adalah juru bicara Presiden. Johan Budi yang dijemput LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) pada Januari 2016 hanya merasa bermanfaat tiga bulan saja. Lalu non job hingga September 2019 karena akan dilantik sebagai anggota DPR RI,” sambungnya.

Menurut Beathor, Jokowi perlu mengubah gaya komunikasi selain untuk menghindari kejadian seperti yang dialami Basuki Tjahaja Purnama di Pulau Seribu beberapa waktu lalu, juga untuk memberi kesempatan kepada jurubicara yang dipilihnya membuktikan diri mereka sebagai orang pilihan.

“Jarangnya Johan Budi tampil di depan umum sebagai Jurubicara Presiden, menyebabkan Moeldoko, Eko Sulistyo dan Ali Mochtar Ngabalin menjadi sumber info berita untuk wartawan. Ngabalin pun kini mulai mati angin, selain kehabisan musuh juga momentum pencitraan Islam mulai redup,” sambungnya lagi.

Beathor yang dulu dikenal sangat dekat dengan almarhum Taufiq Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri, menambahkan, Jokowi juga membutuhkan “pembisik” yang andal yang memahami militer, gerakan mahasiswa, serikat buruh dan tani, juga sosok yang pengalaman di DPR yang berarti memiliki interaksi dengan fraksi partai politik di parlemen juga memiliki pemahaman dalam pembuatan anggaran.

“Insya Allah, kita tinggalkan suasana politik gaduh agar menjadi lebih empuk. Dengan juru bicara, Presiden terselamatkan dari kesalahan yang diakibatkan dirinya sendiri,” demikian Beathor.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya