Berita

Bakar batu di Kampung Kunga/Net

Nusantara

Demi Terhindar Aksi KSB, Warga Kampung Kunga Gelar Upacara Bakar Batu

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 | 00:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Masyarakat Kampung Kunga, Distrik Amukia, Kabupaten Puncak mengadakan upacara adat bakar batu. Upacara digelar dalam rangka meminta keselamatan agar terhindar dari aksi Kelompok Separatis Bersenjata (KSB).

Upacara tersebut dilakukan pasca terjadinya insiden demonstrasi massa yang mengakibatkan sejumlah anggota TNI dan Polri terluka, serta penegakan hukum yang dilakukan oleh Aparat Keamanan Gabungan TNI/Polri terhadap KSB pada tanggal 24 Agustus 2019 lalu di wilayah Distrik Gome.

Acara bakar batu dilaksanakan pada hari Minggu (15/9) pukul 11.00 hingga 15.00 WIT. Acara telah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya dengan anggaran berasal dari iuran sukarela masyarakat Kampung Kunga. Sebanyak lima ekor babi dibakar dalam acara ini.


Kapendam Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan bahwa masyarakat sekitar Kampung Kunga merasa resah dan tidak aman dengan adanya KSB yang sering datang ke daerah mereka.

KSB disebutkan sering datang untuk meminta bahan makanan kepada masyarakat secara paksa.

“Apabila dari kepala suku/kepala perang menentang maka akan dibunuh oleh KSB tersebut,” ungkapnya lewat siaran persnya, Senin (16/9).

Masyarakat berharap agar pihak aparat keamanan bisa segera mengusir KSB yang berada di sekitar wilayah Kampung Kunga, terutama yang berasal dari luar wilayah Ilaga. Tujuannya, agar masyarakat tidak takut lagi melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Menurut masyarakat kampung Kunga, aparat keamanan yang berada di wilayah Ilaga Kab. Puncak mempunyai wewenang dan tanggung jawab secara hukum dalam menjalankan tugas sesuai aturan.

“Berbeda dengan KSB yang tidak mempunyai hukum dan bahkan selalu melakukan tindakan kekerasan serta kejahatan kriminal yang melanggar hukum,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya