Berita

Ketua KPK Agus Rahardjo dan beberapa pimpinan lainnya/RMOL

Politik

Agus Rahardjo Cs Mundur, Tahanan KPK Bisa Bebas Demi Hukum

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 | 16:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sikap pimpinan KPK Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif yang menyatakan mundur dari kursi pimpinan dinilai banyak orang tidak pantas dan tidak profesional dalam menjalankan amanah rakyat.

Mantan penyidik Kejaksaan Agung Khaerul Imam mengatakan ada bahaya besar jika pucuk pimpinan KPK mundur secara serentak dan mendadak. Salah satunya, tahanan KPK akan bebas demi hukum.

“Bayangkan kalau minggu depan ini ada yang masa penahanannya habis harus diperpanjang enggak bisa diperpanjang dong siapa yang memperpanjang? Ya kan gitu, jadi harus bebas demi hukum tahanan itu,” ungkap Imam saat jumpa media perihal UU KPK di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/9).


Imam menyampaikan, seharusnya pimpinan KPK melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yag berlaku, jangan berhenti sebelum masa kepemimpinan selesai.

“Lho iya dong, itu kan tugas itu dari tanggal sekian sampai tanggal sekian yaudah jalani saja gitu, kalau dia sakit dia meninggal mau mengundurkan diri silahkan tapi jangan terus jangan bawa rombongan,” jelasnya.

Selain itu, kata Imam, dengan mundurnya pucuk pimpinan KPK dalam kurun waktu hampir bersamaan tersebut akan melemahkan fungsi dan tugas KPK.

“Ada kendala penegakan dan penindakan di KPK, tugas KPK jadi terbengkalai,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya