Berita

Militer AS di Suriah/Net

Dunia

AS Bantah Tudingan Menambah Pasukan Di Suriah

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 | 13:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Militer Amerika Serikat tidak akan menambah jumlah pasukan di Suriah untuk melakukan patroli bersama dengan pasukan Turki.

Begitu yang diungkapkan oleh seorang jenderal Marinir Kenneth McKenzie, Jumat (13/9), seperti yang dilansir oleh Reuters.

"Kami tidak akan meningkatkan jejak kami di tanah itu (Suriah) untuk melakukan patroli," ujar McKenzie.


Pernyataan McKenzie ini menyusul laporan New York Times sehari sebelumnya yang menyatakan bahwa Pentagon tengah bersiap untuk mengirim sekitar 150 tentara untuk melakukan patroli dengan pasukan Turki.

Lebih lanjut, McKenzie mengatakan bahwa AS akan mengatur jumlah pasukan saat ini di Suriah untuk melakukan patroli dengan Turki, di mana saat ini pasukan AS di Suriah berjumlah sekiar 1.000 orang.

Diketahui, Turki berambisi untuk membersihkan perbatasannya dari militan YPG Suriah yang menurut negara tersebut sebagai teroris. Namun, YPG telah menjadi sekutu AS dalam perang melawan ISIS di Suriah yang membuat marah Turki.

Untuk menjaga hubungan baik kedua sekutu ini, AS mulai melakukan patroli bersama dengan Turki. Patroli darat pertama dilakukan pada pekan lalu dan patroli darat gabungan keempat pada Kamis lalu (11/9).

Sayangnya, patroli gabungan ini tampaknya gagal memenuhi tuntutan Turki yang ingin menciptakan zona aman yang dikendalikan pasukan Turki. Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Turki dan AS juga semakin renggang karena beberapa hal.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya