Berita

Airlangga Hartarto/Net

Politik

Jack Pascalis: Airlangga Dihantam Dari Banyak Arah Tapi Tetap Berdiri Tegak

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 11:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sahabat Muda Airlangga Hartarto (Smart) meminta semua tokoh dan kader Partai Golkar untuk objektif menilai kepemimpinan Airlangga Hartarto selama kurang lebih 1,5 tahun menahkodai Golkar.

Ketua Umum Smart, Rudolf Jack Pascalis mengatakan, perolehan suara kedua terbanyak di Parlemen pada Pemilu Legislatif 2019 adalah capaian terbaik yang bisa didapatkan di tengah goncangan internal yang sangat besar saat Airlangga mulai memimpin Golkar.

"Bayangkan saat sebelum Pileg kemarin dari survei Litbang Kompas saja misalnya Golkar itu akan melorot jadi partai tengah di bawah PKB, karena saat itu kita hadapi tsunami politik usai dualisme kepemimpinan, Ketum Pak Setnov saat itu tersangkut KPK. Belum lagi Pak Idrus Marham kena KPK juga. Benar-benar dihantam badai besar," ungkap Jack di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/9).


"Nah Pak Airlangga menghadapi badai besar ini dan betapa luar biasa karena akhirnya bisa jadi pemenang kedua kursi DPR RI. Jadi yang menilai kepemimpinan AH gagal jelas sangat keliru dan tidak objektif," tambahnya.

Jack menjelaskan, Airlangga menahkodai Golkar bukan dalam situasi normal sehingga capaian pada Pileg 2019 dalam waktu relatif singkat adalah sebuah prestasi luar biasa.

"Jadi melihatnya harus utuh. Justru kepemimpinan yang kuat itu teruji saat memimpin dalam kondisi badai besar dan kapal yang mungkin hampir karam bisa berlayar tegak sampai di tujuan. Itulah kepemimpinan Pak Airlangga. Dihantam dari banyak arah tetapi tetap bisa berdiri tegak," jelasnya.

Jack memahami betul bagaimana konsolidasi yang dilakukan Airlangga saat mulai memegang kendali di Partai Golkar.

"Beliau keliling seluruh Indonesia, membangkitkan lagi semangat para kader, pengurus DPD I dan II, bangun komunikasi dengan tokoh senior partai, terobosan program yang sangat diminati masyarakat, dan utamanya adalah kepemimpinan beliau yang kuat, itulah yang akhirnya membawa Golkar tetap bertahan kokoh," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya