Berita

Almarhum Habibie saat dirawat di RS/Repro

Politik

Ada Pesan Almarhum Habibie Yang Belum Tersampaikan

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 03:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie sempat mengumpulkan beberapa tokoh bangsa saat dirinya terbaring di rumah sakit.

"Ada lima orang dipanggil khusus. Pak Quraish Shihab, Pak Malik Fajar, kemudian Pak Wardiman Joyonegoro lalu saya. Kemudian Pak Sofyan Efendi. Kami berlima dipanggil sebelum dia ditidurkan dengan alat,” ungkap Jimly Asshiddiqie di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Kamis (12/9).

Dalam pertemuan tersebut, Eyang Habibie hendak memberikan pesan khsusus kepada mereka. Namun demikian, Jimly mengaku pesan yang dimaksud belum sempat tersampaikan lantaran suami almarhumah Hasri Ainun Habibie itu ditidurkan oleh dokter karena kondisinya menurun.


“Kata stafnya, ada yang mau dia (Habibie) sampaikan tapi enggak sempat,” ucapnya.

Keesokan harinya tepat di hari Senin, Jimly, Wardiman, Sofyan Effendi, dan Malik Fajar kembali ke rumah sakit tanpa Quraish Shihab karena masih berada di Makassar.

Saat itu, kata dia, Habibie sudah dalam keadaan sadar namun tak bisa berbicara lantaran lemah. Peristiwa mengharukan terjadi saat Kiai Quraish menyusul ke RSPAD.

"Begitu dia ketemu Pak Quraish, keluar air mata. Dia (Habibie) ngerti tapi sudah enggak bisa komunikasi,” ucapnya.

Jimly pun belum mendapatkan pesan terakhir Habibie kepadanya karena Wapres ketujuh itu menghembuskan napas terakhirnya. Beruntung, sebelumnya Jimly sempat berbicara bersama Habibie selama setengah jam sebelum memasuki masa kritis.

“Jadi pesannya itu belum sampai ke kami. Sehari sebelumnya, saya dipanggil dan bicara banyak sekali, Terlalu semangat ngomong, ya itulah semangat hidupnya sampai distop dokter," tegasnya.

"Jadi pelajaran bagi generasi sekarang, jangan pernah berhenti memikirkan dan mencintai Indonesia,” tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya