Berita

PLTN Fukushima/Net

Dunia

Jepang Berencana Buang Air Limbah Radioaktif Fukushima Ke Pasifik

SELASA, 10 SEPTEMBER 2019 | 03:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Setelah lumpuh akibat gempa bumi dan tsunami 2011 lalu, Tokyo Electric Power (Tepco) mempertimbangkan untuk membuang lebih dari sejuta ton air yang terkontaminasi radioaktif Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke Samudra Pasifik.

Menteri Lingkungan Hidup, Yoshiaki Harada menyebut satu-satunya pilihan adalah mengalirkan ke laut dan mencairkannya.

“Seluruh pemerintah akan membahas ini, tetapi saya ingin menawarkan pendapat sederhana saya," ujarnya, seperti yang dilansir oleh Channel News Asia, Selasa (10/9).


Air pada awalnya digunakan untuk mendinginkan reaktor nuklir agar tidak meleleh, namun air tersebut terkontaminasi dari pipa pendingin yang digunakan.

Air yang terkontaminasi radioaktif tersebut kemudian dikumpulkan dalam tanki di lokasi yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Sayangnya, PLTN sendiri akan kehabisan tempat penyimpanan pada 2022. Langkah pembuangan air kotor tersebut kini menunggu keputusan final dari pemerintah.

Meski menyarankan pembuangan ke Samudra Pasifik, Harada sendiri tidak mengatakan berapa banyak air yang bisa dibuang ke laut.

Pilihan untuk membuang air radioaktif ke laut dipastikan akan mendapatkan banyak tanggapan negatif, terutama dari negara tetangga.

Pada bulan lalu, Korea Selatan sudah memanggil pejabat senior kedutaan Jepang untuk menanyakan apa yang akan dilakukan Jepang terhadap air Fukushima.

PLTN pada umumnya memang membuang air ke laut. Namun air tersebut hanya mengandung tritium, isotop, dan hidrogen yang dianggap tidak berbahaya. Sementara Tepco mengakui bahwa air Fukushima masih mengandung kontaminan selain materi tersebut. 

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya