Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Ekonomi Lesu, BPJS Malah Naik, Jokowi Tidak Sensitif Terhadap Rakyat

SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 | 17:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kebijakan yang diambil pemerintahan Presiden Joko Widodo dianggap tidak memiliki sensitifitas terhadap perasaan rakyat Indonesia yang sedang mengalami kesulitan perekonomian.

Hal itu disampaikan Peneliti Founding Fathers House, Dian Permata. Menurutnya, kebijakan pemerintah diantaranya akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan, mencabut subsidi listrik 900 Va dan menaiki harga BBM membuat masyarakat pusing.

"Ini kan suasananya ekonomi lagi gak bagus, publik lagi dihebohkan kenaikan harga BPJS terus dipancing dengan pemindahan ibu kota yang harus merogoh kocek banyak, terus otak kita energi kita dikuras lagi, jadi ini bukan hanya kocek kantong tapi kocek otak kita dikuras," ucap Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/9).


Bahkan kata Dian, kebijakan tersebut bukan hanya tidak tepat dilakukan saat ini. Melainkan Presiden Jokowi dianggap tidak sensitif terhadap kondisi perekonomian rakyat Indonesia.

"Ini bukan hanya tidak tepat, tapi pemerintah udah gak sensitif gitu loh. Diksinya sudah jauh dari tidak tepat tapi tidak sensitif," kata Dian.

Menurut Dian, boleh saja harga-harga dinaikkan, ketika pertumbuhan ekonomi sudah mencapai minimal 5,5 persen.

"Ini masih 5.1 (persen), jadi sensitif publik kan merasa diusik gitu, ini (presiden) gak Ware banget sama kita," jelasnya.

Apalagi, Presiden yang ingin membeli mobil baru untuk menteri kabinet II nanti juga dianggap tidak memikirkan perasaan rakyat.

"Argumentasinya kan katanya mobilnya banyak mogok, ya itu kan tinggal pemeliharaannya aja, apakah memang urgensi pergantian mobil? Ternyata banyak juga kok publik memakai kendaraan lebih dari 10 tahun. Ini kan tergantung maintenance dari tim kepresidenan. Diksinya sudah jauh dari tidak tepat tapi tidak sensitif," tegas Dian.
 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya