Berita

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo/Net

Presisi

Kesimpulan Sementara Polri, Asing Terlibat Giring Isu Papua Ke Sidang PBB

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2019 | 16:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polri telah melakukan pemetaan alias mapping terhadap aksi massa yang berujung rusuh di Papua dan Papua Barat. Kesimpulan sementara, ada pihak dari dalam dan luar negeri yang mengkondisikan tanah Papua rusuh.

Demikian disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Mabes Polri, Kabayoran Baru, Jakarta, Jumat (6/9).

Hal tersebut dilakukan oleh mereka dengan target untuk agenda-agenda internasional seperti sidang HAM PBB pada 9 September mendatang di Jenewa, Swiss. Dan pada 23 sampai 24 September ada Sidang Umum PBB di New York.


"Agenda seting itulah yang akan mereka desain memunculkan isu-isu Papua, isu tentang HAM, isu kerusuhan, isu rasisme, itu diangkat kelompok tersebut," sebut Dedi.

Padahal, lanjut Dedi, dalam sidang-sidang PBB tersebut sama sekali tidak mengagendakan hal yang demikian.

Siapa aktor di baliknya, sambung Dedi, Polri tidak mau terburu-buru menyebut nama. Pasalnya, dalam penyelidikan pihaknya memiliki prinsip kehati-hatian karena harus sesuai dengan fakta hukum.

"Dan tentunya kami tidak sendiri, kami melibatkan stakeholder terkait seperti Kementerian Luar Negeri dan berbagai macam pihak yang mendukung terhadap penegakan hukum," tutupnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya