Berita

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo/Net

Presisi

Total Tersangka Rusuh Papua Dan Papua Barat Bertambah, Jadi 78 Orang

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019 | 14:09 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Paska aksi massa yang berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat, total tersangka yang telah ditetapkan oleh Polri bertambah 10 orang.

"Jadi total untuk Papua dan Papua Barat saat ini 78 orang tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/9).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menjelaskan, penambahan jumlah tersangka yakni di Kota Jayapura, Papua yang tadinya 28 orang bertambah lima orang menjadi 33 tersangka.


Dan di Kabupaten Deiyai yang tadinya hanya 10 tersangka bertambah empat menjadi 14 tersangka. Sementara wilayah lainya belum ada penambahan yakni Kota Timika dengan 10 tersangka. Sehigga total 57 tersangka.

Untuk di Papua Barat, penambahan tersangka hanya di Manokwari dari delapan bertambah satu orang tersangka yakni mantan Ketua DPD Perindo Sorong Sayang Mandabayan.

Untuk wilayah lain seperti Kota Sorong tujuh orang, dan Fakfak ada lima orang tersangka. Total ada 21 tersangka di wilayah hukum Polda Papua Barat.

Rata-rata para tersangka dijerat dengan pasal 212 KUHP karena melawan petugas, pasal 170 KUHP, 385 KUHP, 187 KUHP, 160 KUHP karena menghasut atau memprovokasi, serta pasal 1 dan 2 UU Darurat 12/1951.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya