Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Persatuan Opini Lawan OPM

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2019 | 13:25 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MENURUT Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, anatomi rusuh Papua punya dimensi internal dan external.

Dua aktor utamanya: Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

KNPB punya Tentara Nasional Papua Barat. Berkekuatan 1.300 personel. Punya 600 pucuk senjata. Komandannya bernama Goliath Tabuni. Mereka dideploy ke 35 kabupaten.


ULMWP beroperasi di luar negeri. Faksi politik. Tugasnya menggalang opini internasional. Benny Wenda kasak-kusuk di London.

Ada penumpukan Marinir Australia di Darwin. Siap terkam. Bila masakan mateng.

Tentara Papua Barat bukan tandingan TNI. Kampanye politik dan penggalangan opini sangat berbahaya.

Yang tidak disebut Jenderal Sutiyoso adalah element sekunder Anti NKRI yang beroperasi di media sosial. Aksi mereka menghancurkan Persatuan Nasional dan Persatuan Opini mengenai Papua Problem.

Kelompok ini menguntungkan kampanye internasional OPM. Main sendiri, sradak-sruduk, benci Jokowi. Politics of hatred. Mereka mengambil jalur sendiri.

Pak Prabowo menyerukan supaya semua kekuatan politik bersatu, lupakan perbedaan dan bantu Jokowi meyakinkan rakyat Papua.

Poros III maunya Jokowi jatuh. Membatalkan pelantikan Oktober. Risiko negara hancur atau minimal Papua lepas enggak jadi masalah.

Perilaku mereka mirip manuver Wang Jingwei di Second Sino-Japanese War.

Ada tiga poros; Chiang Kai Shek, Wang Jingwei dan Jepang. Di saat rakyat bertempur melawan tentara Jepang, Wang Jingwei mengikat aliansi dengan Axis Power. Akibat rebutan kekuasaan dengan Chiang Kai Shek.

Jepang senang dan menjadikan Wang Jingwei sebagai head of state dari Japanese puppet government di Nan Jing.

Komunis Mao Zedong melupakan konflik kelompok dan meleburkan diri ke Pasukan Nasionalist Chiang Kai Shek melawan invasi Jepang. Faksi mereka disebut Eighth Route Army. Pertempuran melawan Jepang berlangsung tahun 1937-1947. Akhirnya Jepang kalah.

Wang Jingwei disebut A traitor in the War of Resistance atau "Hanjian" alias pengkhianat.
Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak).

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya