Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pemerintah AS Akan Gunakan Profil Sosial Media Palsu Untuk Pantau Imigran

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2019 | 06:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Petugas yang menangani kewarganegaran dan imigrasi di Amerika Serikat akan menggunakan akun media sosial palsu demi mengawasi orang asing yang mencari visa dan kewarganegaraan di negeri Paman Sam.

Petugas sebelumnya dilarang membuat profil fiktif di sosial media. Tetapi ulasan privasi Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) tertanggal Juli 2019 yang diunggah online jelang akhir pekan ini telah membalikkan larangan itu.

Menurut ulasan tersebut, seperti dimuat Russia Today (Sabtu, 31/8), petugas yang terkait dengan Direktorat Penipuan dan Keamanan Nasional departemen dapat mengawasi profil media sosial dari pemohon visa yang mencurigakan. Hasil pengawasan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan soal siapa yang akan diberikan izin masuk.


Langkah tersebut tampaknya secara langsung bertentangan dengan kebijakan dua raksasa media sosial, Facebook dan Twitter yang secara eksplisit melarang peniruan identitas pada platform mereka.

Kedua platform tersebut bahkan baru-baru ini menutup lebih dari 200 ribu akun palsu yang dituding digerakkan oleh pemerintah China untuk mendiskreditkan gerakan protes Hong Kong.

Meski begitu, pihak Twitter dalam sebuah pernyataan mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka akan mengevaluasi proposal DHS itu. Sementara Facebook belum memberikan komentar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya