Berita

Harits Abu Ulya/Net

Politik

Indonesia Butuh Penguasa Lokal Dan Pusat Yang Berkomitmen Tinggi Bangun Papua

SABTU, 31 AGUSTUS 2019 | 12:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kesenjangan sosial menjadi akar masalah di Papua dan Papua Barat. Pemerintah pusat dianggap lebih memperhatikan provinsi lain dibanding tanah Papua. Selain itu, kompleksitas masalah yang ada di Papua memicu terjadinya konflik berkepanjangan.

Pengamat intelijen dan terorisme dari CIIA Harits Abu Ulya menyampaikan untuk mengatasi permasalahan di Papua, pemerintah harus bisa merangkul warga asli Papua.

"NKRI butuh penguasa lokal Papua dan Jakarta (pusat) orang-orang yang kredibel, bermoral, bersih, punya integritas dan komitmen tinggi untuk membangun Papua seutuhnya. Wajah pemerintahan yang efektif berintegritas menjadi kebutuhan darurat saat ini untuk Indonesia wabil khusus Papua," ungkap Harits kepada redaksi, Sabtu (31/8).


Hal itu bertujuan agar masyarakat Papua mampu bersaing dengan provinsi lain dan mereka bisa berubah menjadi masyarakat yang SDM-nya berkualitas, makmur, berkeadilan dan hidup tentram.

"Dengan begitu, masarakat Papua tidak akan pernah lantang mengatakan Indonesia adalah kolonial. Dan tidak perlu lagi teriak menuntut merdeka lewat jalan refrendum. Karena mereka bangga menjadi orang Indonesia; hidupnya makmur, berkeadilan, dan taraf pendidikan yang tinggi," jelasnya.

Harits mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan cepat bukan hanya sekadar menerjunkan militer di Bumi Cenderawasih untuk mengatasi konflik.

"Pak Jokowi, tolong lihat Papua yang lagi "hamil mengandung bayi pergolakan dan konflik" yang luar biasa. Mumpung nasi belum jadi bubur, masih ada kesempatan!" tandasnya.

Populer

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

Ketika Kebenaran Nasib Buruh Migran Dianggap Ancaman

Sabtu, 20 Desember 2025 | 12:33

OTT KPK juga Tangkap Haji Kunang Ayah Bupati Bekasi

Jumat, 19 Desember 2025 | 03:10

Uang yang Diamankan dari Rumah Pribadi SF Hariyanto Diduga Hasil Pemerasan

Rabu, 17 Desember 2025 | 08:37

Kajari Bekasi Eddy Sumarman yang Dikaitkan OTT KPK Tak Punya Rumah dan Kendaraan

Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:07

Kejagung Ancam Tak Perpanjang Tugas Jaksa di KPK

Sabtu, 20 Desember 2025 | 16:35

UPDATE

Kepala Daerah Dipilih DPRD Bikin Lemah Legitimasi Kepemimpinan

Jumat, 26 Desember 2025 | 01:59

Jalan Terjal Distribusi BBM

Jumat, 26 Desember 2025 | 01:39

Usulan Tanam Sawit Skala Besar di Papua Abaikan Hak Masyarakat Adat

Jumat, 26 Desember 2025 | 01:16

Peraih Adhyaksa Award 2025 Didapuk jadi Kajari Tanah Datar

Jumat, 26 Desember 2025 | 00:55

Pengesahan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Sangat Mendesak

Jumat, 26 Desember 2025 | 00:36

Konser Jazz Natal Dibatalkan Gegara Pemasangan Nama Trump

Jumat, 26 Desember 2025 | 00:16

ALFI Sulselbar Protes Penerbitan KBLI 2025 yang Sulitkan Pengusaha JPT

Kamis, 25 Desember 2025 | 23:58

Pengendali Pertahanan Laut di Tarakan Kini Diemban Peraih Adhi Makayasa

Kamis, 25 Desember 2025 | 23:32

Teknologi Arsinum BRIN Bantu Kebutuhan Air Bersih Korban Bencana

Kamis, 25 Desember 2025 | 23:15

35 Kajari Dimutasi, 17 Kajari hanya Pindah Wilayah

Kamis, 25 Desember 2025 | 22:52

Selengkapnya