Berita

Foto:RMOL

Hukum

Setelah Dwina, KPK Garap Anak Setnov Yang Lain Rheza Untuk Tersangka Paulus Tannos

KAMIS, 29 AGUSTUS 2019 | 10:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Komisaris PT Skysweller Indonesia Mandiri, Rheza Herwindo sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik.

Reza adalah anak mantan Ketua DPR Setya Novanto yang juga terpidana kasus KTP-el. Rheza diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PLS (Paulus Tannos)," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (29/8).


Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, Rheza datang sekitar pukul 10.00 WIB. Dia tak bicara apapun saat ditanya awak media ihwal pemeriksaannya hari ini. Dia dikawal seorang pria berambut plontos saat masuk ke gedung KPK.

Rheza pernah diperiksa pada 2 Mei lalu dalam kasus yang berbeda, yaitu kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Kala itu dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PLN Sofyan Basir.

Rabu kemarin, saudara Rheza yaitu Dwina Michaella juga diperiksa penyidik KPK untuk tersangka Paulus Tannos. Mantan Komisaris PT Murakabi Sejahtera datang ke KPK dengan mengenakan pakaian serba hitam dengan dikawal dua ajudan.

Dalam perkara ini, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara serta diwajibkan ‎membayar denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan di tingkat pertama atau Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, Setnov juga dikenakan ganjaran lain yakni membayar uang pengganti sebesar 7,3 juta dolar AS yang apabila tidak dibayarkan maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Bila hartanya tidak mencukup maka akan diganti pidana 2 tahun penjara.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya