Berita

Gubernur Anies Bawesdan/Net

Publika

Policy Genap Ganjil

RABU, 28 AGUSTUS 2019 | 19:03 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan rilis Ingub Genap-Ganjil. Terasa bedanya. Jalan lebi lancar. Macet berkurang.

Pro-Kon selalu ada. Ekonomi slows down. Ada yang maki; "Anies Sialan". Ngamuk. Padahal cuma karena ngga dapet proyek.

Ada lagi yang berselancar di atas gelombang. Pamer. Ngetwit: "Gue jadi harus beli mobil baru lagi".


Katro banget. Padahal doski pengangguran. Bininya yang kerja. Males Nge-grab. Gengsi. Mendingan bertingkah layaknya seleb medsos. Bikin kaos sablon nama sendiri. Nongki-nongki dengan tokoh nasional. Supaya dianggep orang penting.

Ngaku ponakan taipan cina. Tapi ngga sanggup oplas muka. Ngeles. Biar tampang kaya rayap tapi bisa nidurin jendes-jendes. Modal spiik.

Policy Anies kurangi macet. Sekali pun bukan solusi the best. Mestinya ada pembatasan. Satu rumah satu mobil. Ngga bole lebih.

Anies pun belum sempurna atur street sharing. Mobil roda 6 mestinya ngga boleh beroperasi siang hari. Rawan celaka. Bikin macet.

Genap-Ganjil buat Driver online senang. Pedagang marah. Omzet kurang 40%. Ekonomi lagi lesu.

Dibanding Ahok, menurut SGY, Anies is too slow. Ahok kerja cepat. Speed gila-gilaan. Saking cepatnya, dia sering bingung sendiri. Sering blunder. Dihantam Lieus Sungkharisma. Tumbang akhirnya.

Ahok ingin bikin Jakarta seperti Singapura. Kota modern. Terkoneksi. Hidup nyaman.

Sayangnya Ahok lemah dieksekusi. Dia ngga ragu singkirkan orang miskin. Andaikata Ahok menang 2 periode, Jakarta bisa kayak Singapore.

Semoga Anies bisa mempercepat speed. Tetap tidak grasa grusu. But Time is limited.

Akhir kata, saya kutip kata-kata mutiara dari Anies. Ngga ada korelasi dengan policy genap-ganjil. Cuma keren saja. Anies berkata; "Bung Karno berkata: ‘Berikan aku sepuluh pemuda dan aku akan mengguncang dunia.’ Dia tidak berkata bahwa 9 dari 10 pemuda itu buta huruf. Itulah sikap optimis bangsa yang harus kita miliki saat ini."

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya