Berita

Sri Mulyani/Net

Politik

Dana Pindah Ibukota Ternyata Belum Dipelajari Sri Mulyani

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 | 14:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dua fraksi di DPR keberatan jika anggaran pemindahan pusat ibukota diambil dari pihak swasta. Fraksi PAN dan Partai Golkar sepakat anggaran dibebankan total pada negara.

Pemerintah sebelumnya mengumumkan bahwa pemindahan ibukota menelan biaya hampir Rp 500 triliun. Dari kebutuhan tersebut, alokasi dari APBN hanya sebesar 17 persen.

Namun sepertinya alokasi tersebut belum dibahas secara resmi di internal pemerintah. Sebab, Menteri Keuangan Sri Mulyani tampak belum mendapat informasi pasti mengenai alokasi anggaran ibukota baru.  


Menkeu terbaik dunia itu mengaku masih akan mempelajari masterplan yang akan dirancang oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Tujuannya, untuk memastikan total biaya yang akan dikeluarkan dalam memindah pusat pemerintahan dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

“Ya kan kita akan mempelajari masterplan yang dibangun atau yang di-develop oleh Menteri PU dan Bappenas, bagaimana dari sisi kebutuhan pembangunan itu sendiri dari mulai status asetnya, tanah, dan bagaimana layout dan kebutuhan capital spending-nya,” ungkapnya di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Selasa (27/8).

Setelah mempelajari masterplan tersebut, Sri Mulyani akan mengkalkulasi aset negara yang ada untuk proyek pemindahan Ibukota dan sistem pembayaran, apakah akan mengeluarkan biaya secara bertahap atau keseluruhan.

Mengenai penggunaan aset yang ada saat ini, katanya, semua masuk ke dalam rencana yang akan dikaji kementerian keuangan dan kementerian terkait.

“Kita juga akan melihat keseluruhan posibilitas atau kemungkinan pembiayaan yang kita harapkan bisa seminimal mungkin dampaknya, terutama bagi generasi yang akan datang,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya