Berita

McDonald's India/Net

Dunia

Restoran Cepat Saji McDonald's India Tuai Kecaman Pasca Kantongi Sertifikat Halal

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 | 06:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Restoran cepat saji McDonald's menghadapi seruan boikot di India darikelompok Hindu setelah restoran tersebut mengatakan gerai-gerainya melayani daging halal.

Melalui akun Twitternya, McDonald's India mengumumkan bahwa semua restorannya sudah bersetifikat halal. Pengumuman itu memicu kontroversi.

"Semua restoran kami memiliki sertifikat haha. Anda dapat meminta Manajer restoran terkait untuk menunjukkan kepada Anda sertifikat untuk kepuasan dan konfirmasi Anda," begitu pengumuman perusahaan dalam menjawab pertanyaan pengguna.


Namun, pernyataan itu membuat geram sejumlah pihak di Twitter yang menyerukan boikot McDonald's. Tagar #BoycottMcDonalds pun sepmat menjadi trending di Twitter India.

Mereka yang memboikot mempertanyakan mengapa McDonald's menyajikan daging halal di India. Padahal 80 persen dari 1,3 miliar orang India beragama Hindu.

Selain itu, menu McDonald's di India tidak memiliki produk daging sapi atau babi. Sebagai gantinya, restoran itu menyajikan berbagai pilihan vegetarian serta ayam dan ikan.

"Ini adalah serangan terang-terangan dan disengaja pada kepercayaan Hindu. India adalah 80 persen Hindu, dan ada 4 persen Jain, Sikh dan Budha di samping itu. Tapi, McDonald's telah mengkhianati 84 persen orang ini hanya untuk menenangkan para 14 persen Muslim,' kata salah seorang pengguna Twitter.

"Sudah waktunya orang-orang dari semua Agama India #BoycottMcDonalds," tambahnya.

Banyak pengguna Twitter menyebut McDonald's tidak peka karena tidak menggunakan metode "jhatka", atau bentuk penyembelihan lain yang mereka lihat tidak begitu kejam.

Sementara itu, beberapa aktivis mengatakan ini adalah contoh lain dari kelompok-kelompok Hindu sayap kanan yang menemukan kesempatan untuk menyerang umat Islam.

"Ini adalah suasana yang benar-benar Islamofobik yang ada di India sekarang dan setiap kesempatan digunakan oleh umat Hindu sayap kanan untuk menyerang umat Islam," kata seorang aktivis yang berbasis di New Delhi,  Shabnam Hashmi, seperti dimuat Al Jazeera.

"Ini adalah hak ekstrem yang menyatakan diri untuk mengubah India menjadi negara Hindu," tambahnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya