Berita

Andre Rosiade penuhi undangan KPPU/RMOL

Bisnis

Andre Rosiade Penuhi Undangan KPPU untuk Buktikan Pelanggaran Perusahaan Semen Tiongkok

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, Andre Rosiade memenuhi undangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan pelanggaran UU yang dilakukan perusahaan semen asal Tiongkok menggunakan sistem predatory pricing atau jual rugi di pasar semen Indonesia.

"Hari ini saya diundang oleh KPPU untuk klarifikasi bukti-bukti permulaan dugaan pelanggaran UU 5/1999 pasal 20 tentang aktivitas jual rugi (predatory pricing) yang dilakukan oleh pabrik semen asal Tiongkok," kata Andre di Kantor KPPU, Jakarta, Senin (26/8).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, Andre datang bersama rekan-rekan dari Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI). Mereka datang sekira pukul 10.30 WIB dan langsung memasuki ruang pemeriksaan.


Andre menjelaskan, terdapat sinyal jual rugi yang dilakukan oleh Semen Tiongkok dengan indikasi perbedaan harga yang sangat jauh antar produk semen lokal dengan semen pabrikan Tiongkok.

Padahal menurutnya, komponen bahan, sistem pembuatan dan biaya produksi relatif sama.

"Memang secara rata-rata biaya produksi semen lokal lebih mahal salah satunya karena komponen upah buruh yang berbeda antara pabrik lokal dengan pabrik asal China, namun bila dihitung dalam skala ekonomi perbedaan ini tidak terlalu signifikan. Tapi kok selisih harganya bisa begitu jauh? Ini ada apa?" jelasnya.

Tidak luput, politisi Partai Gerindra ini mengapresiasi kinerja KPPU yang menindaklanjuti laporannya tersebut. Dia berharap nantinya akan ada hasil yang baik bagi perusahaan semen nasional melalui proses di KPPU.

"Saya berharap proses penyelidikan yang dilakukan segera rampung sehingga kita bisa mengetahui secara jelas dugaan pelanggaran pasal 20 UU 5/1999 sehingga industry strategis kita bisa selamat dari marabahaya," kata Andre.

Andre menerangkan, saat ini pemanfaatan pabrik semen di Indonesia hanya sekitar 65 persen dari kapasitas terpasang. Hal ini karena kondisi oversupply pasar semen nasional.

"Sejak 2015 pemerintah gencar memberikan izin pembangunan pabrik semen baru. Pabrik-pabrik semen baru ini didominasi oleh pabrik semen asal Tiongkok. Pemain baru tersebut antara lain Conch Cement, Jui Shin, Panasia, Haohan, Hippo/Sun Fook dan Hongshi," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya