Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo/Net

Politik

Kalau Tidak Bersatu Di 2024 Golkar Hanya Jadi Penggembira

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 10:29 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kiprah Partai Golkar di blantika politik nasional tidak diragukan lagi. Partai ini terbukti memiliki sistem kaderisasi yang dapat diandalkan.

Tidak sedikit kadernya yang sukses menempati posisi penting pemerintahan di tingkat nasional dan lokal. Juga tidak sedikit kader Partai Golkar yang ikut melahirkan dan membesarkan partai lain.

Dengan track record seperti ini, rasanya sayang apabila perbedaan pendapat mengenai waktu penyelenggaraan Musyawarah Nasional ke-10 yang akan datang menjadi pemicu perpecahan.


Demikian antara lain dikatakan wartawan senior Zaenal Bintang yang  punya pengalaman dekat dengan lingkaran kekuasaan di partai berlambang pohon beringin itu.

Ketika dihubungi redaksi, awalnya Zaenal Bintang enggan memberikan komentar.

“Enggak etis mencampuri urusan rumah tangga partai lain. Meskipun demikian, saya tetap saja terus-terusan dimintai tanggapan oleh teman-teman media,” ujarnya.

Apabila pandangannya dinilai penting, Zaenal mengatakan, hal paling pertama yang ingin dia sampaikan sebagai orang yang pernah berkecimpung di Golkar selama lebih dari 45 tahun adalah rasa prihatin atas kisruh yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

“Saya ingin sampaikan kepada kader-kader muda Golkar yang cerdas dan terdidik, sebaiknya mereka bersatu padu membesarkan dan memperkuat serta merawat Golkar sebagai rumah bangsa,” ujar Zaenal Bintang.

Kekisruhan yang terjadi belakangan ini menyusul keinginan kubu Bambang Soesatyo agar Munas digelar bulan Oktober 2019. Adapun kubu Ketua Umum Airlangga Hartato menggunaan acuan di dalam AD/ART yang menegaskan Munas diselenggarakan lima tahun sekali.

Menurut hemat Zaenal Bintang, sebaiknya kubu yang berbeda pendapat mengenai waktu penyelenggaraan Munas mengundang sesepuh dan senior Golkar.

“Demi menjaga keutuhan Golkar ke depan sebagai salah satu lembaga aspirasi rakyat yang sukses memelihara unsur yang  berbeda-beda latar belakang yang ada di dalamnya. Sebutlah yang beda  agama, suku, golongan, budaya serta tua dan muda. Kesemuanya bisa menyatu dan akrab di dalam rumah besar Golkar,” urainya lagi.

“Ini modal dasar yang sangat esensial yang harus dirawat bersama. Golkar itu rumah besar kebangsaan,” masih tegas Bintang.

Mengenai siapa sosok yang cocok menjadi ketua umum Golkar, Zaenal Bintang mengatakan, kedua nama yang belakangan kerap dikontestasikan, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo, layak untuk dipertimbangkan.

“Menyongsong pergantian kepemimpinan nasional tahun 2024, Golkar sudah harus memikirkan, merencanakan dan mengelolanya dari sekarang. Janganlah hanya jadi penonton atau penggembira,” demikian Airlangga Hartarto. 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya