Berita

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane/Net

Politik

IPW Ingatkan Oknum KPK And The Gank Tak Tebar Fitnah Terhadap Capim KPK

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 08:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Narasi yang dibangun oleh oknum internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Koalisi Kawal Capim KPK seolah dari 20 orang Calon Pimpinan (Capim) KPK terdapat orang-orang bermasalah dianggap hanya fitnah jika tidak berdasarkan bukti-bukti.

Begitu yang disampaikan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane kepada wartawan, Senin (26/8).

“Jika mereka memang punya data konkret tentang keberengsekan Capim KPK, buka saja ke publik. Jangan terus menebar fitnah,” tegas Neta.


Dengan berpolemik, hal tersebut justru hanya membuat gaduh dan menciptakan perang segitiga antara KPK-Pansel dan Capim. IPW, kata Neta, mendukung penuh jika oknum KPK and the gank membuka siapa Capim menerima gratifikasi, menghambat kinerja KPK, dan melakukan pelanggaran etik saat bekerja di KPK.

“IPW berharap mereka menyebutkan secara jelas kapan sidang etik itu berlangsung dan apa isi keputusannya. Sebab dari penelusuran IPW, pelanggaran etik yang dituduhkan itu hanya 'katanya' yang tanpa dasar,” ujar Neta.

Neta menegaskan jika tuduhan tersebut didasari bukti yang kuat tentunya Capim yang dianggap bermasalah bisa didorong untuk diproses hukum ke pengadilan. Mantan wartawan ini justru curiga jika tuduhan-tuduhan yang selama ini dibangun hanya untuk mengamankan kepentingan kelompok tertentu saja.

“Makanya bermanuver menyebar fitnah dan melakukan kriminalisasi lewat opini publik,” jelas Neta.

Sebelumnya, Koalisi Kawal Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) menyebut masih ada calon di antara 20 nama yang lolos seleksi Pansel KPK tidak patuh dalam menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Selain itu, 20 calon yang dinyatakan lolos pada tahapan uji profile assessment terdapat orang-orang yang bermasalah dan dinilai bakal menggambarkan masa depan yang tidak cerah bagi KPK ke depan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya