Berita

Neta S. Pane/Net

Politik

IPW Anggap KPK Tebar Fitnah Soal Capim Bermasalah Lolos Seleksi

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 06:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Indonesian Police Watch (IPW) menantang terhadap pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menilai 20 calon pimpinan (capim) KPK yang lolos proses profil assesment bermasalah untuk membuka data kepada publik.

Tantangan tersebut bukan tanpa alasan. Ketua Presidium IPW Neta S. Pane mengatakan, pejabat KPK dinilai selalu menebar fitnah yang dianggap telah mengkriminalisasi 20 capim KPK yang telah diloloskan Panitia seleksi (Pansel) KPK.

"Oknum KPK and the gang jangan terus menerus menebar fitnah untuk mengkriminalisasi 20 capim KPK yang sudah diloloskan Pansel KPK. Jika mereka memang punya data konkrit tentang keberengsekan capim KPK, buka saja ke publik dan jangan membuat gaduh dan 'perang segitiga' antara KPK-Pansel-Capim," ucap Neta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (26/8).


Bahkan, tudingan yang dilakukan pejabat KPK yang menganggap 20 orang capim KPK bermasalah juga telah disampaikan kepada publik melalui awak media pada Jumat dan Sabtu kemarin.

"Ind Police Watch (IPW) mendukung penuh jika oknum KPK and the Gang membuka data data bahwa ke 20 capim yang lolos itu bermasalah. IPW berharap, mereka menyebutkan secara jelas, kapan sidang etik itu berlangsung dan apa isi keputusannya," tegas Neta.

Karena kata Neta, berdasarkan penelusuran IPW, pelanggaran etik yang dituduhkan tidaklah memiliki bukti yang konkret. Sehingga, tudingan yang disampaikan oknum KPK dianggap telah menebar fitnah.

"Sebaliknya, jika memang ada datanya, dibuka saja dan capim bermasalah itu didorong untuk diproses hukum ke pengadilan. Jangan hanya karena takut kepentingan kelompoknya bakal terganggu, oknum KPK and the Gang itu bermanuver menyebar fitnah dan melakukan kriminalisasi lewat opini publik," jelasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya