Berita

Jokowi dan dua anak Papua/Net

Pertahanan

Perhatian Pemerintah Pusat Harus Diketahui Seluruh Masyarakat Papua, Bukan Elite Saja

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 02:21 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gelombang protes masyarakat Papua harus menjadi perhatian pemerintah untuk lebih proaktif memberikan informasi tentang berbagai kebijakan khusus terhadap Bumi Cendrawasih. Komunikasi pemerintah untuk mengurai benang kusut informasi yang kurang massif diterima oleh seluruh masyarakat Papua.

Demikian disampaikan pengamat hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Muhtar Said, Senin (26/8). Said -panggilan akrabnya- menjelaskan Undang Undang Otonomi Khusus (Otsus) bagi provinsi Papua sudah berjalan sejak 18 tahun lalu. Dalam amanah UU tersebut, Papua diberi keistimewaan untuk menerima dana tambahan yang berlimpah.

"Dimana pemberian dana tambahasan otonomi khusus tersebut berlaku selama 20 tahun, artinya sejak UU ini diundangkan berarti tinggal 2 tahun lagi dana itu dicabut," kata Said kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (26/8).


Menurut Said, yang lebih penting dari pelaksanaan otsusadalah bagaiaman informasi perhatian pemerintah pusat sampai kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia mengkhawatirkan, dana trilyunan rupiah yang sudah dikucurkan untuk pembangunan Papua diakses oleh segelintir elite politik saja.

"Masyarakat Papua secara keseluruhan juga harus diberitahu mereka diberi dana oleh pemerintah untuk pendidikan, pembangunan ekonomi dan lainyya. Jangan-jangan yang tahu adanya dana tersebut hanya elite di Papua dan Jakarta saja,sehingga menimbulkan kecurigaan antara masyarakat dengan pemerintah," jelas Said. 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya