Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Soal Papua, Jokowi Hanya Bicara Asap Tanpa Padamkan Api

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 | 19:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dianggap hanya membicarakan dampak dibanding menyelesaikan permasalahan Papua dari akar permasalahan, yakni persoalan ekonomi yang belum merata.

Dalam bidang ekonomi, sosok yang bakal kembali memerintah di periode 2019-2024 dinilai tak ada perubahan semenjak menjabat pertama kali 2014 silam.

Namun dalam aspek ekonomi, Presiden Joko Widodo saat ini tidak jauh berbeda saat pertama kali menjadi presiden. Yakni tidak bisa membuat pondasi perekonomian di Indonesia menjadi lebih baik dibanding pemerintahan sebelumnya.


"Kondisi tak jauh berbeda ketika Jokowi naik pertama kali menjadi presiden. Ke depan ini mungkin akan parah lagi karena apa? Hampir semua instrumen atau pondasi-pondasi ekonomi kita secara konstitusional akan semakin ragu," ucap Direktur Eksekutif Indonesian Club, Gigih Guntoro dalam diskusi bertajuk 'Indonesia dalam Pusaran Krisis Politik, Krisis Ekonomi dan Krisis Kepercayaan Pemerintahan Jokowi' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/8).

Berkaitan dengan Papua, Gigih menilai pemerintah tidak bisa mengobati luka lama dalam aspek kebijakan ekonomi maupun kebijakan lainnya.

"Persoalan Papua ini kalau dalam aspek politik atau konstitusi lebih mudah dipadamkan. Tapi apakah pemerintah ini mampu mengobati luka-luka lama yang ada di Papua? Kejahatan kemanusiaan, kemudian persoalan kesejahteraan," jelasnya.

Oleh karenanya, ia menilai selama ini pemerintahan Jokowi telah gagal menyelesaikan permasalahan di Papua.

"Papua hari ini dalam kategori ekonomi minim, kemiskinan juga masih tajam di sana. Pemerintahan ini lebih mudah membicarakan persoalan asapnya daripada mematikan apinya," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya