Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan/Net

Politik

Luhut Tegaskan Keterlibatan Asuransi China Hanya Saran, Begini Ceritanya

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 | 17:23 WIB | LAPORAN:

Polemik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali menjadi perbincangan usai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyarankan kerja sama dengan asuransi China bernama Ping An untuk mengatasi defisit.

Sadar menuai polemik di masyarakat, Luhut angkat suara mengenai asuransi China tersebut. Ia menceritakan ketertarikannya dengan perusahaan asuransi negeri Tirai Bambu itu usai bertemu salah satu pemimpin Ping An Insurance bulan lalu.

"Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan telah sukses membantu efiensi bisnis mereka. Perusahaan publik ini memelopori penggunaan sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di China," ungkap Luhut melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (25/8).


Dari keterangan yang ia dapat, layanan Ping An telah dimanfaatkan lebih dari 403 juta orang.

Ia pun menegaskan bahwa perbantuan asuransi asing terhadap BPJS baru sebatas saran dan belum ada kesepakatan kerja sama antara keduanya.

"Mereka juga memberikan saran yang bisa dilakukan oleh BPJS untuk mengatasi defisitnya yang diperkirakan mencapai Rp 28,4 triliun," tandasnya.

Di sisi lain, ia sadar bahwa permasalahan devisit BPJS yang memiliki jumlah peserta sebanyak 222 juta orang ini bukanlah kewenangannya sebagai Menko Kemaritiman. Namun sebagai waga negara, ia berharap masalah BPJS bisa segera diselesaikan meski harus melibatkan pihak asing.

Ping An sendiri merupakan sebuah grup yang mengelola jasa keuangan pada tiga divisi, yaitu asuransi, investasi, dan perbankan dengan aset mencapai 1,3 triliun dolar AS. Ping An Insurance bahkan merupakan perusahaan asuransi terbesar di Cina dengan kapitalisasi pasar sebesar 230 miliar dolar AS.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya