Berita

Mahfud MD bersama dengan tokoh suluh kebangsaan/RMOL

Nusantara

Kerusuhan Papua, Mahfud MD: Saya Kaget Luar Biasa

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 17:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kerusuhan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Papua dan Papua Barat mendapat perhatian seluruh kalangan profesional.

Mantan ketua MK, Mahfud MD pun ikut angkat bicara mengenai kisruh akibat masalah rasis etnis Papua yang menyulut kemarahan yang begitu besar.

Mahfud mengaku terkejut dengan reaksi masyarakat Papua yang terpancing emosinya akibat perilaku rasisme ormas dan aparat penegak hukum di Surabaya dan Malang.


“Kita kaget luar biasa dan merasa agak cemas tentang perkembangan yang terjadi di Papua, yang semula bermula dari hal sepele kemudian menjadi serius,” ujar Mahfud saat jumpa pers Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (23/8).

Dia menyatakan, sikap dan ucapan rasis sangat berbahaya bagi setiap orang. Namun ia justru mencium adanya agenda lain di samping isu rasisme yang beredar meski tak ia jelaskan secara gamblang.

“Eskalasi tindak kekerasan berkembang menjadi efek domino dan mencemaskan kita. Kita tahu penyebabnya di Jatim yang mungkin tanpa disadari itu berbahaya, menyatakan sikap dan ucapan yang berbau rasis dan agak kurang bagus pengelolaan Papua 'di bawah karpet' hingga menjadi seperti ini,” jelasnya.

Pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat untuk melakukan dialog secara baik dengan warga Papua dan menghentikan seluruh tindakan kekerasan, melalui dialog kronstruktif dan persuasif.

“Tindak kekerasan dihentikan yang melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat, yang di beberapa daerah terganggu supaya dihentikan," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya