Berita

Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat/Ist

Pertahanan

Salah Langkah, Harusnya Pemerintah Manfaatkan Medsos Untuk Dinginkan Papua

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 14:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Langkah pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membatasi aksi internet di Papua dinilai tidak tepat jika diartikan untuk meredam kerusuhan.

"Itu respons yang sebenarnya aneh ya, hari gini kok kita membatasi informasi," kata pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (23/8).

Menurutnya, kebijakan pembatasan tersebut merugikan masyarakat umum, bahkan untuk pemerintah itu sendiri.


"Malah akan banyak ruginya karena mereka tidak bisa mengakses informasi yang menunjukkan apa yang sedang dilakukan pemerintah hari ini," terangnya.

Sebaliknya, ia berpandangan seharusnya pemerintah bisa memanfaatkan akses internet, seperti penggunaan media sosial untuk memberikan narasi positif berkaitan dengan kerusuhan di Tanah Papua.

"Yang harus dilakukan mestinya memperkuat narasi-narasi damai, bukan dengan membatasi akses internet. Mestinya banjirin saja ruang dunia maya dengan narasi-narasi damai, dengan narasi-narasi yang menyejukkan yang justru bisa melegakan masyarakat Papua," tutupnya.

Sebelumnya, Kemenkominfo membatasi akses internet di sejumlah wilayah di Papua dengan tujuan menghindari postingan-postingan hoax maupun postingan provokatif agar tidak dikonsumsi masyarakat Papua yang dinilai akan memperburuk situasi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya