Berita

Pengamat politik senior dari LIPI, Siti Zuhro/Net

Politik

Senior LIPI: Ada Masalah Lebih Penting Ketimbang Beli Mobil Baru Untuk Menteri

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019 | 13:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengadaan mobil dinas baru untuk menteri kebinet Jokowi-Maruf dinilai banyak pihak sebagai pemborosan di saat kondisi ekonomi tengah melemah.

Presiden Jokowi diminta untuk menahan diri dulu terkait pengadaan mobil baru, dan fokus terhadap permasalahan yang saat ini marak terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan pengamat politik senior dari LIPI, Siti Zuhro saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL lewat sambungan telepon, Jumat (23/8).


"Pengadaan mobil untuk menteri tidak relevan dan tidak signifikan, dan juga tidak urgen. Masih banyak persoalan genting yang dihadapi Indonesia yang  memerlukan solusi cepat," ujar Siti Zuhro.

Dia meminta Jokowi tidak perlu mengadakan mobil baru untuk menteri baru itu. Mobil Toyota Crown Royal Saloon yang ada saat ini masih nampak baru dan layak digunakan untuk menunjang kerja para menteri mendatang.

Menurutnya, banyak permasalahan saat ini yang mestinya menjadi perhatian pemerintah pusat seperti stunting, disharmoni sosial dan ketimpangan, bukan malah mengamburkan uang untuk hal yang tidak penting.

"Artinya, wacana mobil baru untuk menteri didrop dulu. Pemerintah harus memprioritaskan solusi terhadap permasalahan stunting yang sangat serius itu," demikian Siti Zuhro.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya