Berita

Kakek S (paling kiri)/RMOL

Hukum

Mafia Apartemen Fiktif Dibawa Cuci Darah Ke Rumah Sakit

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 16:18 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Beragam hal harus bisa dilakukan aparat kepolisian dalam menangani sebuah kasus.

Termasuk faktor kemanusiaan, harus tetap dikedepankan bila ada penjahat yang jatuh sakit atau mengidap sakit serius.

Inilah yang dialami jajaran Tim Harda (Harta Benda) Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya saat membongkar kasus mafia tanah dan apartemen fiktif.


Sebab salah seorang dari 13 tersangka jaringan mafia tanah dan apartemen fiktif yang mereka ciduk, mengidap penyakit gagal ginjal.

S, kakek berusia 72 tahun, salah seorang gembong mafia apartemen fiktif, saat ini meringkuk di Rutan Polda Metro Jaya karena tersangkut kasus apartemen fiktif.

Dia tak segan menipu dan merayu masyarakat untuk membeli apartemen (fiktif) yang harganya ratusan juta rupiah. Bila ada anggota masyarakat yang termakan bujuk rayu dan tipuannya, kakek ini menikmati hasilnya dengan meraup uang ratusan juta per 1 unit apartemen fiktif yang ditawarkannya.

Saat Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan menggelar konferensi pers pada Kamis siang (22/8), kakek S harus dibawa terlebih dahulu ke rumah sakit untuk menjalani cuci darah yang memang rutin dilakukannya selama ini.

Seusai menjalani cuci darah, dia dipapah untuk ikut menghadiri acara konferensi pers.

Dua perban tampak di lengan kiri kakek ini. Untuk berjalanpun, dia harus dipapah.

Sakit yang sudah sangat kronis pun, tak mampu membuat kakek ini jera melakukan kejahatan.

Sehingga akhirnya, dia harus rela meringkuk di sel tahanan untuk mempertanggung-jawabkan semua dugaan pelanggaran hukumnya di hadapan pengadilan.

Kejahatan memang tak mengenal batas usia......

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya