Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

Penerimaan Pajak Negara Selalu Di Bawah Target, Begini Pembelaan Sri Mulyani

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 15:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Fraksi Gerindra menyampaikan pandangan RUU RAPBN 2019-2020 di ruang sidang paripurna kedua, Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Kamis (22/8).

Dalam isi pandangannya, Fraksi Gerindra merinci penerimaan pajak dari tahun ke tahun tidak pernah mencapai target.

Anggota Fraksi Gerindra Bambang Hario Soekartono mengatakan, di tahun 2014, realisasi penerimaan pajak Rp 985 triliun atau 91,9 persen dari target Rp 1.072 triliun. Di tahun 2015, realisasinya hanya Rp 1.055 triliun atau 81,5 persen dari target Rp 1.294 triliun. Tahun 2016, realisasinya hanya Rp 1.283 triliun atau 83,4 persen dari target Rp 1.539 triliun.


Kemudian di tahun 2017, realisasinya hanya Rp 1.147 triliun atau 89 persen dari target Rp 1.283 triliun.

Lalu di tahun 2018, realisasinya hanya Rp 1.315 triliun atau 92 persen dari target Rp 1.283 triliun.

Selain itu, Bambang menyimpulkan, rasio penerimaan pajak Indonesia terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) juga masih rendah dibandingkan negara berkembang lainnya.
Menyikapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan akan melaksanakan pembaruan dalam pajak dan ekonomi.
“Ya kita akan terus melaksanakan reformnya dan tentu memperhatikan kegiatan ekonomi yang ada,” ucap Sri usai menyaksikan sidang paripurna di DPR RI.

Sri mengatakan, di saat kondisi ekonomi yang lemah ini, terjadi penurunan komoditas dan mandeknya pembayaran pajak oleh sejumlah perusahaan.

“Karena kalau ekonominya sedang melemah seperti sekarang ini terjadi dengan harga komuditas yang menurun ya memang apa pembayaran pajak oleh beberapa perusahaan selama ini wajib pajak menurun namun kita akan coba tingkatkan ekstensitasnya,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya