Berita

Papang Hidayat/RMOL

Politik

Amnesty International Berharap Presiden Jokowi Fokus Penegakan HAM

SELASA, 20 AGUSTUS 2019 | 18:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Amnesty Internasional Indonesia berharap Presiden RI Joko Widodo fokus terhadap isu penegakkan HAM baru dilanjutkan wacana pembangunan di Papua.

Peneliti Amnesty Internasional Indonesia Papang Hidayat meminta Jokowi melakukan politik putar balik atas munculnya kerusuhan yang melanda tanah Papua.

"Saya berharap pemerintah sekarang melakukan balik arah, politik balik arah. Di mana fokus terhadap penegakan HAM menjadi prioritas," ujar Papang di kantor Kontras, Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).


Menurutnya, Jokowi memiliki ambisi untuk meninggalkan warisan politik yang dapat dikenang rakyat sebagai Presiden dengan berhasil memindahkan ibukota negara, tapi lebih mulai menegakan HAM.

"Presiden jauh lebih berambisi meninggalkan namanya sebagai Presiden (terhadap penegakan HAM), atau orang yang berhasil memindahkan ibukota dari Jakarta ke luar Jakarta," sebut Papang.

Langkah Jokowi yang berencana mendatangi Papua langsung, diapresiasinya sebagai upaya yang tepat dalam menuntaskan permasalahan di Manokwari dan daerah lain di tanah Papua.

Dengan demikian, Jokowi akan dipandang bijak mau mendengarkan keluhan masyarakat dan mengutamakan urusan HAM.

"Dia betul, ketika ke Papua, mendengarkan orang Papua, hatinya tergerak. Urusan HAM Papua diharapkan jadi prioritas," tandas Papang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya