Berita

Perwakilan Masyarakat Papua ke Komnas HAM/RMOL

Hukum

Perwakilan Masyarakat Papua Minta Komnas HAM Bentuk Tim Investigasi

SELASA, 20 AGUSTUS 2019 | 15:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kelompok masyarakat Papua bersama LSM Lokataru Foundation secara resmi membuat pengaduan tertulis kepada Komnas HAM untuk segera mengusut dugaan pelanggaran HAM di Jawa Timur terhadap mahasiswa asal Papua di Jawa Timur.

Dugaan tindakan rasisme itu menyebabkan insiden kerusuhan terjadi Kota Manokwari, Papua Barat dan gelombang aksi di Kota Jayapura, Papua.

"Hari ini kami ingin melaporkan dan berharap Komnas HAM dapat membentuk suatu tim untuk menyelidiki siapa pelaku tindakan rasisme," kata Researcher Assitant Lokataru Foundation, Muhammad Elfiansyah Alaydrus, di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).


"Jangan sampai terjadi lagi konflik horizontal antar masyarakat, karena yang dikorbankan adalah masyarakat," tambahnya.

Elfiansyah mengatakan negara tidak cukup hanya mempersoalkan siapa penyebar video rasisme itu, tetapi yang perlu dilakukan negara sesungguhnya sudah diamanatkan UU 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

"Bahwa Komnas HAM harus mengawasi segala bentuk tindakan diskriminasi ras dan etnis. Kuci akar permasalah menurut kami adalah di situ. Jika pelaku tidak ditangkap ya akan banyak letusan lagi nanti," tegasnya.

Kejadian tindakan rasisme yang dilakukan oleh oknum aparat dan ormas juga harus segera diselidiki untuk diberikan konsekuensi hukum bahkan pemecatan terhadap oknum tersebut dengan tidak hormat.

"Lokataru Foundation juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mau, jangan terprovokasi gara-gara video yang belum tentu kebenarannya dipastikan," pungkas Elfiansyah.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya