Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

Pimpinan KPK Baru Jangan Lagi Terjebak Pada OTT Dan Penyadapan

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 23:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kinerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim) KPK dinilai sudah baik. Bahkan seleksi yang dilakukan Yenti Garnarsih dkk terbilang ketat karena melalui penelusuran rekam jejak yang melibatkan delapan institusi.

Adapun kedepalan institusi itu adalah BIN, BNN, BNPT, Polri, Kejaksaan Agung, KPK, PPATK, hingga Dirjen Pajak

"Dalam pengamatan kami, Pansel Capim KPK sudah bekerja “on the track” melakukan tahapan penjaringan dan penyaringan terhadap bakal calon pimpinan KPK yang mendaftar ke pansel," ujar Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Masinton Pasaribu dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (19/8).


Politisi PDI Perjuangan itu berharap agar pansel bisa membantu presiden dan DPR dalam menyaring bakal calon pimpinan KPK yang terbaik.

“Termasuk, mampu menjawab tantangan agenda pemberantasan korupsi Indonesia saat ini dan ke depan," ujarnya.

Masinton berharap pimpinan baru KPK memiliki visi dan misi untuk merevitalisasi agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK sesuai mandat dan kewenangannya sebagaimana diatur dalam UU 30/2002 tentang KPK.

Revitalisasi yang dimaksud Masinton adalah keberanian menata internal institusi KPK agar tidak ada pengelompokan atau faksi antar pegawai dan penyidik KPK.

Sebab, katanya, pakem kerja KPK selama delapan tahun belakangan ini hanya terjebak pada agenda rutinitas seperti penyadapan dan Operasi Tangkap Tangan (OTT), tanpa kejelasan target dari setiap operasi yang dilakukan.

"Karena KPK tidak menindaklanjuti dan merekomendasikan perbaikan sistem terhadap institusi yang bersangkutan dari setiap OTT yang dilakukan," tutur Masinton.

Pimpinan KPK mendatang juga harus membantu tugas pemerintah menciptakan dan membangun sistem anti korupsi di setiap lembaga pemerintahan pusat hingga daerah, termasuk BUMN dan BUMD.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya