Berita

Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP, Djarot Saiful Hidayat (kanan) beserta elite PDIP/RMOL

Nusantara

PDIP: NKRI Sudah Final Dari Sabang Sampai Merauke, Dari Miangas Sampai Pulau Rote

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 21:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tak ada ruang bebas bagi tindakan rasisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Toleransi dan sikap menghargai antarsesama sudah menjadi hal yang final di Bumi Pertiwi.

Atas dasar itu, tindakan rasisme yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab kepada mahasiswa Papua di Surabaya tak bisa dibenarkan.

“PDI Perjuangan sangat menyesalkan terhadap berbagai tindakan rasisme, intoleransi, dan perlakuan diskriminasi yang terjadi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang,” ungkap Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP, Djarot Saiful Hidayat di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Senin (19/8).


Ia juga menolak segala bentuk gerakan sparatisme yang berujung perpecahan di Indonesia. Baginya, wilayah Indonesia. "NKRI sudah final menbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Rote,” paparnya.

Baginya, setiap warga Indonesia harus mendapatkan tempat yang sama dan tidak boleh pandang bulu mengingat persatuan dan kesatuan sudah berdiri di atas prinsip kebangsaan di mana setiap warga negara Indonesia sama kedudukannya.

"Karena itulah PDI Perjuangan sangat menyesalkan terhadap berbagai aksi intoleransi, diskriminasi, dan rasisme yang memecah soliditas bangsa,” jelasnya.

Di sisi lain, ia meminta kepada aparat hukum harus bertindak tegas kepada setiap orang yang melakukan upaya perpecahan, termasuk kerusuhan yang terjadi di Surabaya hingga merembet ke Manokwari, Papua Barat.

“Aparat penegak hukum harus bertindak tegas tanpa kecuali. Kedepankan tertib hukum, tindak tegas para provokator dan kaum perusuh,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya