Berita

Airlangga Hartarto/Net

Politik

Airlangga Sukses Bawa Golkar Jadi Partai Profesional

SENIN, 19 AGUSTUS 2019 | 11:45 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Keberhasilan Airlangga Hartarto membawa Golkar menjadi partai profesional menjadi kunci yang menyelamatkan Partai Beringin itu pada Pemilu 2019. Keunggulan itu menjadi modal kuat untuk memimpin Golkar kembali.

"Airlangga mampu menyeimbangkan posisinya sebagai menteri dan sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Dua posisi itu justru jadi saling menguatkan," kata pengamat politik Universitas Muhammadiyah Malang, Dr Ahmad Habib, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/8).

Airlangga lebih dulu merintis karier sebagai profesional dan aktivis sebelum terjun ke kancah politik. Pengalamannya sebagai profesional itu ternyata mampu dikapitalisasi saat memimpin Golkar.


Hanya memiliki waktu satu setengah tahun jelang pemilu, Airlangga menghadapi tantangan yang tidak ringan yakni anjloknya elektabilitas Golkar akibat konflik internal berkepanjangan dan mengemukanya kasus korupsi sejumlah elite penting partai.

Bekerja senyap, Airlangga mampu membangun tim yang solid, menyatukan seluruh elemen partai untuk bangkit dan memperbaiki citra Golkar yang dianggap bakal jadi “partai senjakala” menjadi sebuah partai profesional.

Atas keberhasilannya mempertahankan posisi Golkar di peringkat kedua pemenang pemilu, Habib meyakini Airlangga bakal mulus memimpin kembali partai beringin.

Sinyal itu sudah terlihat dengan banyaknya kader, pengurus daerah tingkat 1 dan II serta elite Golkar yang menyatakan dukungannya. Habib juga yakin dengan konstelasi politik saat ini, Presiden Jokowi pun lebih cenderung kepada Airlangga.

"Jokowi sudah mendapat dukungan yang diperlukan, dia harus mempertahankan posisi pentingnya. Salah satunya dari Golkarnya dengan mendukung Airlangga," terang Habib.

Jokowi tentu tidak mau mengambil resiko kerusakan hubungan dengan Golkar. Selama dipimpin Airlangga, Golkar terbukti loyal mendukung pemerintah selama ini.

"Jika Jokowi berjarak dengan Airlangga, maka akan menerima kerugian," jelas Habib.

Habib mengatakan, Golkar merupakan partai penting selain PDIP yang diharapkan perannya menopang dukungan dalam menjalankan program pemerintahan ke depan.

"Jokowi butuh dukungan dari parpol lain selain partai asalnya, PDIP," tutup Habib.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya