Berita

Foto:Net

Kesehatan

Asupan Gizi Seimbang Penting Untuk Cegah Stunting

SABTU, 17 AGUSTUS 2019 | 14:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Persoalan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis masih tinggi di Indonesia salah satunya di Jawa Tengah.

Oleh karena itu, Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU bersama Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar kelas ibu sadar stunting untuk para kader. Hadir Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini.

Ketua PW Fatayat NU Jateng, Tazkiyyatul Muthmainnah menyebut, program ini sementara baru digelar untuk dua Kabupaten di Jateng yakni Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga.


Fatayat NU Jateng, kata Iin sapaan akrabnya, akan terus mengawal pelaksanaan program ini hingga tingkat ranting atau desa. Selain itu, juga akan dilakukan diseminasi ke 20 kabupaten/kota lainnya.

Iin menilai, program ini sangat tepat ditujukan untuk kader Fatayat NU. Karena, mayoritas anggotanya saat ini masih dalam usia produktif yakni usia kehamilan, pengasuhan bayi dan anak.

"Kami berharap Fatayat NU dapat ikut berkontribusi untuk menurunkan angka stunting," harap Iin dalam Kegiatan Orientasi Kader Fatayat NU dalam Germas untuk Pencegahan Stunting di Ball Room Hotel MG Setos, Surabaya, beberapa waktu lalu seperti keterangannya, Sabtu (17/8).

Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini menyebutkan, berbagai upaya pencegahan stunting terus dilakukan. Misalnya dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang, cara memasak yang benar, pola asuh, penggunaan sanitasi, dan semua pola hidup sehat.

Pihaknya telah membentuk Barisan Nasional (Barnas) Fatayat NU Cegah Stunting yang tersebar di 34 provinsi. Barnas yang dibentuk pada 2017 merupakan realisasi dan komitmen Fatayat NU untuk mencegah stunting.

"Mereka bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai forum. Kader Barnas memasukkan isu stunting ke dalam pembahasan agar masyarakat terbiasa dengan istilah itu," kata Anggi.

Yang membahagiakan lagi, menurut Anggia, masalah pencegahan stunting masuk dalam rekomendasi Munas Alim Ulama PBNU tahun 2018. Artinya, Nahdlatul Ulama menaruh perhatian yang serius terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Untuk mendukung itu Fatayat NU menerbitkan sebuah buku yang bertajuk Pencegahan Stunting Dalam Perspektif Islam.

Kabid Kesmas Dinkes Jateng, Wahyu Setyaningsih menambahkan, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang terus digalakkan masih belum sebanding dengan angka penurunan stunting. Data Riskesdas 2018, angka stunting di Indonesia sebesar 30 persen. Artinya, sekitar 9,1 juta anak Indonesia masih terkena stunting atau 3 dari 10 anak mengalami stunting.

"Penting untuk membangun wawasan tentang kesehatan. Hal itu guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat agar mencapai derajat kesehatan yang tinggi," ujar Wahyu Setyaningsih.

Sistem yang telah dibangun, kata dia, harus dikelola dengan baik. Penyakit tidak menular bisa dicegah. Namun demikian, ada faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan seperti umur, penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik, dan jenis kelamin. Untuk mengatasinya, diperlukan pola hidup sehat. Antara lain dengan meningkatkan intensitas aktivitas fisik, kemudian menjaga pola makanan yang sehat, serta melakukan cek kesehatan secara rutin.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya