Berita

KMP saat datangi Kejaksaan Agung/Net

Nusantara

KMP Dorong Kejaksaan Usut Kasus SPPD Dan Bimtek Fiktif DPRD Purwakarta Sampai Tuntas

JUMAT, 16 AGUSTUS 2019 | 23:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) belum puas dengan penanganan kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dan bimbingan teknis (bimtek) fiktif di DPRD Kabupaten Purwakarta tahun anggaran 2016.

Pada Rabu (14/8) lalu, mereka mendatangi kantor Kejaksaan Agung untuk menyuarakan kejanggalan dalam perkara ini. Kepala Pusat Penerangan Umum Kejagung Roedianto yang menerima kunjungan mereka memastikan akan menindaklanjuti.

Ketua KMP Zainal Abidin menguraikan bahwa kejanggalan kasus ini tercermin dari penetapan terpidana yang hanya dilakukan terhadap Kepala Sub Bagian Anggaran pada sekretariat DPRD Kabupaten Purwakarta, yang juga pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Tahun Anggaran 2016, HUS dan Sekretaris DPRD Kabupaten Purwakarta, MR.


Atas kejanggalan itu, mereka meminta kejaksaan mengusut tuntas. Termasuk menelusuri dugaan keterlibatan anggota DPRD.

KMP berkeyakinan kasus SPPD dan bimtek fiktif tidak akan terjadi jika tidak dilakukan secara bersama-sama. Baik itu dari pemilik ide, pengatur skenario, penandatangan pengajuan, hingga eksekutor pengeluaran dana tersebut

“Apalagi HUS di dalam persidangan mengungkapkan anggota DPRD menerima bagian uang dari setiap SPPD fiktif tersebut dalam jumlah yang bervariasi,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (16/8).

Zainal berharap seluruh pihak terkait yang memiliki kewenangan dan otoritas yang menyebabkan dana tersebut mengalir, dan seluruh penerima aliran dana tersebut bisa dihukum.

“Kami berharap Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk dapat memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta untuk menerbitkan Sprindik baru dan menyeret seluruh pelaku dan penikmat dana haram,” tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya