Berita

Surya Paloh dan Megawati/Net

Politik

Surya Paloh Serang Jokowi Dan PDIP, PAN: Katakan Yang Benar Walau Itu Pahit

JUMAT, 16 AGUSTUS 2019 | 18:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kuliah umum Surya Paloh di Universitas Indonesia menuai polemik di tengah masyarakat. Ketua Umum Partai Nasdem tersebut secara terang-terangan menyebut Indonesia menganut sistem kapitalis liberalis.

Atas pernyataan tersebut, Surya Paloh dengan Presiden RI Joko Widodo serta Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai berada di ambang keretakan. SP dinilai tengah menyerang Jokowi dan PDI P dengan mengungkapkan Indonesia telah meninggalkan ideologi Pancasila.

Menyikapi hal tersebut Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, pernyataan SP merupakan hal biasa. SP menyimpan sesuatu yang tak bisa diungkapkan ke publik melalui letupan emosi saat menyampaikan pendapatnya.


“Namanya diskusi bernegara ini setiap ada letupn seperti itu ya kita respons ya gapapa, gak ada masalah,” ungkap Yandri kepada Kantor Berita Politik RMOL, di komplek MPR/DPR RI, Senayan, Jumat (16/8).

Sikap Surya Paloh tersebut dinilai sebagai kritik yang membangun. Dengan demikian, pemerintah melalui presiden mampu mempertimbangkan pernyataan SP sebagai suatu sikap tegas menuju perubahan.

“Kalau itu bagian kritik membangun ya alhamdulillah makanya sebagai anak bangsa apalagi punya posisi penting seperti Pak SP dan ketum lain ya gapapa menyampaikan hal-hal yang benar walaupun itu pahit,” tandasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya