Berita

Ilustrasi vaksin untuk mencegah campak/Net

Dunia

WHO: Kasus Campak Di Seluruh Dunia Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat Tahun Ini

RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 06:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kasus campak di seluruh dunia meningkat hampir tiga kali lipat dalam tujuh bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018 lalu. Begitu peringatan terbaru yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penyakit yang sangat menular ini sebenarnya dapat sepenuhnya dicegah melalui vaksin dua dosis. Namun para ahli dalam beberapa bulan terakhir telah memperingatkan adanya penurunan tingkat vaksinasi di seluruh dunia.

Menurut data terbaru WHO, sebanyak 364.808 kasus campak sejauh ini telah dilaporkan secara global pada tahun 2019. Jumlah itu naik di bandingkan 129.239 kasus tahun lalu.


"(Jumlah itu merupakan) yang tertinggi sejak 2006," kata juru bicara WHO Christian Lindmeier di Jenewa pada Selasa (13/8), seperti dimuat Al Jazeera.

WHO menggarisbawahi, angka yang tumbuh cepat itu sangat mengkhawatirkan karena hanya sekitar satu dari 10 kasus campak yang sebenarnya diyakini dilaporkan di seluruh dunia. Sementara sisanya tidak dilaporkan.

Lonjakan terbesar dalam kasus campak terjadi di wilayah Afrika yang mencapai 900 persen dalam kasus tahun ke tahun. Sedangkan wilayah terbesar kedua di mana lonjakan campak terjadi adalah di Pasifik barat yang melihat kenaikan hingga 230 persen.

Republik Demokratik Kongo (DRC), Madagaskar dan Ukraina menjadi negara jumlah kasus terbanyak. Kasus campak juga mengkhawatirkan di Angola, Kamerun, Chad, Kazakhstan, Nigeria, Filipina, Sudan, Sudan Selatan, dan Thailand.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya