Berita

Panglima TNI, Kapolri dan Menteri LHK secara simbolis menyiram titik api kebakaran hutan di Pekanbaru, Selasa (13/8)/Puspen TNI

Nusantara

Kebakaran Hutan Riau, Panglima TNI Siapkan Hercules Dan Penambahan Pasukan

SELASA, 13 AGUSTUS 2019 | 20:03 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan titik-titik api kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau memang tersebar, tapi tidak semua terbakar dan asapnya tidak terlalu besar.

"Namun harus kita waspadai agar tidak melebar kebagian lain," ucap Panglima kala meninjau lokasi kebakaran hutan di Pekanbaru, Selasa (13/8), dikutip dari siaran pers Puspen TNI.

Panglima meninjau lokasi bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo.
 

 
Peninjauan langsung ke beberapa lokasi dilakukan dari udara menggunakan Heli EC-725, Heli NAS 332 Superpuma, Heli Bell Polri dan Heli Bell BNPB. Mereka bertolak dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru menuju Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kemudian dilanjutkan ke Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan ke Technopark.

Selain itu, Marsekal Hadi mengatakan bahwa teknik Water Boombing memakai helikopter cukup efektif untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Satu heli bisa mengangkut hampir 10 ton air satu kali naik dalam bentuk bola-bola air. Setiap bola tersebut berkapasitas 108 liter yang dapat membasahi area kurang lebih 33 m2.

"Ini terus kita siapkan dan latih pilotnya supaya bisa masuk ke titik api sesuai keinginan. Bila kemarau panjang berlangsung sampai akhir bulan September dan heli tidak mencukupi, maka kami akan segera luncurkan pesawat Hercules,” katanya.

Panglima TNI juga mengatakan, sebagai alternatif, pemadaman di wilayah Pekanbaru bisa dilakukan dengan hujan buatan melalui Teknik Modifikasi Cuaca (TMC). 

"TMC tergantung awan. Kalau ada awan akan kami siram dengan Natrium Clorida (NaCl),” ungkapnya.

Terkait dengan penambahan pasukan, Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku akan dilakukan jika jumlah personel yang terlibat dalam pemadaman titik api masih kurang.

"Saya sudah siapkan heli untuk angkut personel. Tujuannya adalah apabila kebakaran di tengah hutan yang susah terjangkau, maka kita akan kerahkan heli untuk mengangkut personel," jelasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya