Berita

Prabowo Subianto/Net

Publika

Kategori High Politic

SABTU, 10 AGUSTUS 2019 | 15:11 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

NEWS portal merilis berita "Prabowo Banting Stir, Penumpang Gelap Gigit Jari". Media sosial ramai. Gemuruh. Gegap gempita. Pagelaran stupidity.

Badai narasi jahat "Prabowo dihina di Kongres Bali" sontak stop. "Penumpang Gelap" adalah istilah pemecah ombak.

"Soal Penumpang Gelap" ini tidak produktif narasinya. Hampir semua WAG 02 kecewa dengan ungkapan ini," kata Ahmad Dhani Prasetyo.


Inisial "MS", putri pahlawan jenderal penerbang yang ngebom Benteng Belanda di Ambarawa dengan pesawat curian Jepang, merasa heran. Dia bilang, "Lah kok marah..!?!?! Memangnya nuding mereka??".

Ada dua kelompok; pendukung Prabowo dan Jokowi's haters.

"Pendukung Prabowo" murni sama sekali tidak tersinggung dengan mencuatnya isu "Penumpang Gelap". Karena tidak merasa. Mereka melihat memang ada sebuah konspirasi menunggangi Prabowo-Sandi.

Kepada Ring 1, Pak Prabowo mengatakan, "Kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan nggak terduga".

"Pa Prabowo banting setir dan orang-orang itu gigit jari," kata Bang Dasco di acara pemaparan survei Cyrus Network.

Yang dimaksud "orang-orang itu" adalah "Penumpang Gelap". Bukan ulama, PA 212, relawan 02, delegasi partai pengusung Koalisi Adil-Makmur. Mereka "orang jelas". Bukan "Penumpang Gelap".

Ada tiga kata yang bikin para pemain politics of hatred dan anger klenger; "Poros III, Penumpang Gelap dan Residu Politik".

Residu artinya ampas, limbah atau sampah. Sedangkan istilah "Penumpang Gelap" pertama kali digunakan Kirana Larasati dari PDI-Perjuangan saat Pa Prabowo diserang pasca MRT Summit.

Pagi tadi, Ushie Butsi Rahayu ngambek. Dia sudah ikut saya di medan laga tumbangkan Ahok, perang cyber Jawa Tengah pro Sudirman Said, dan Pilpres.

Dia tersinggung, merasa masuk daftar "Penumpang Gelap".

Saya jawab, "Oh come on, where is the brain? Masa kita masukan elo ke kategori itu. Masa simple logic macam begini mesti dijelaskan".

Dia diem. Langsung bermanuver pengalihan dengan tema baru. A Case is closed. Dia ngerti. Dia korban "Mentalitas Gerombolan" dan "Psikologi ikut-ikutan". Terpengaruh para pemain politics of hatred.

Wacana Poros III dan Penumpang Gelap sebenarnya dialamatkan kepada segelintir pemain watak. Bukan untuk konsumsi general publik. Jadi tidak usah ge-er.

Ilmu politik mengenal istilah "high politic" dan "low politic". Kedua wacana itu masuk kategori "high politic".

Bung Karno pernah mengutip istilah "high politic" saat Komandan Divisi Diponegoro Jenderal Soeharto melaporkan kegiatan dan ancaman strategis PKI.

Filsuf Thomas Hobbes of Malmesbury adalah pencipta terminologi "High Politic".

Dalam international relations, "high politic" berkaitan dengan issue security. Amerika dan USSR akan berperang akibat polemik "Cuban Missile" (high politic).

"Low politic" semacam Amerika pimpin 66 negara boycott 1980 Summer Olympic di Moscow tidak akan membuat Amerika dan Soviet Union terlibat dalam perang bersenjata.

Karena isu  "Penumpang Gelap" masuk ranah security bagi Pa Prabowo, Gerindra dan negara di skala lebih tinggi maka dia masuk kategori "High Politic".

Orang-orang yang tak berkepentingan, mereka yang tidak tahu, dan netizen ngartis sok pinter sebaiknya tahan diri dari komentar. Takutnya diketawain oleh mereka yang paham.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak).

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya