Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Investigasi PLN, Ombudsman Targetkan Hasil Kurang Dari Sebulan

JUMAT, 09 AGUSTUS 2019 | 17:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Laode Ida menyatakan pertemuan Ombudsman dengan Perusahan Listrik Negara (PLN) menandakan dimulainya investigasi terkait masalah pemadaman listrik yang
terjadi di separuh Jawa pada Minggu lalu (4/8).

"Ombudsman akan melakukan tugasnya paling lambat tiga pekan dari hari ini, dan kita lihat hasilnya nanti  seperti apa," katanya, Kamis (8/8).

Laode menjelaskan, ada beberapa catatan dari pertemuan Ombudsman dengan Direksi PLN, yang akan dipelajari dan didalami Ombudsman lebih lanjut.

Laode menjelaskan, ada beberapa catatan dari pertemuan Ombudsman dengan Direksi PLN, yang akan dipelajari dan didalami Ombudsman lebih lanjut.

"Ada empat substansi yang didiskusikan, pertama apa yang menjadi penyebab matinya itu, bagaimana tata kelola yang berlaku di PLN, bagaimana sistem kompensasinya, dan bagaimana perbaikan ke depannya," ungkap Laode.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tugas Ombudsman adalah mencari apakah telah terjadi maladministrasi atau tidak. Hal tersebut sangat penting karena tujuan akhirnya nanti Ombudsman akan memberikan rekomendasi hal yang perlu diambil untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

"Target dalam satu bulan harus selesai," imbuhnya.

Kepada konsumen, Laode sudah meminta kepada PLN untuk meningkatkan kualitas layanan, baik itu aliran listriknya, komunikasi dengan pelanggan, juga menyiapkan saluran pengaduan yang efektif, berikut dengan komepensasinya.

"Karena ternyata banyak masyarakat yang belum tahu dan kompensasinya sangat kecil. Kami juga tekankan besaran kompensasi harus ditinjau kembali, kedua sosialisasi masyarakat berhak tahu kapan mereka dapat itu (kompensasi) dan caranya bagaimana," pungkas Laode.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya