Berita

Neil Bantleman/Net

Hukum

Ibu Korban: Grasi Untuk Predator Anak, Lonceng Kematian Bagi Penegakan Hukum Di Indonesia

JUMAT, 09 AGUSTUS 2019 | 01:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Grasi yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada terpidana kasus pencabulan anak, Neil Bantleman Juli lalu serta ditolaknya gugatan perdata oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dianggap tidak memberikan rasa keadilan.

Neil adalah mantan guru Jakarta International School (JIS) yang menjadi terpidana kasus sodomi.

Pihak Theresa Pipit selaku orangtua korban mengaku kecewa dengan putusan itu. Dia menganggap grasi yang diberikan adalah "lonceng kematian" bagi penegakan hukum di Indonesia dalam memberikan rasa keadilan terhadap korban kasus kekerasan seksual yang dialami anak.


Dalam pernyataan tertulisnya kepada redaksi (Kamis, 8/8), pihak Theresia menegaskan, upaya mengajukan gugatan yang dilakukannya bukan untuk mencari keuntungan, melainkan keadilan atas kerugian baik fisik maupun mental yang dialami anaknya. 

"Untuk pengobatan terbaik mental dan psikis anak sebagai korban mungkin sampai pengobatan di luar indonesia dengan dokter dan ahli terbaik. Untuk kasus psikis dan mental seperti ini tidak ada jangka waktu jaminan kesembuhan yang bisa diprediksi," kata Theresia dalam keterangan itu.

Selain itu, sambungnya, gugatan perdata yang diajukan pihaknya juga bertujuan sebagai bentuk perlawan terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan menyumbang ke lembaga dan yayasan yang terkait dengan penanganan para korban yang mengalami kerusakan mental dan psikis seperti yang dialami anaknya.

Lebih lanjut, Theresia juga sangat menyesalkan keputusan Presiden Jokowi yang memberikan grasi terhadap Neil.

"Penegakan hukum yang tegas ini semestinya memberikan efek jera terhadap JIS. Mengingat sebagai lembaga pendidikan bertaraf international yang sangat mahal pula biaya pendidikannya, tidak bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada siswa yang sudah menjadi tanggung jawab mereka sebagai lembaga," ujar Theresia.

Dalam keterangan tersebut, Theresia berharap Presiden Jokowi bisa lebih peka terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak.

"Apalagi, anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang sudah selayaknya mendapatkan perlindungan dan keadilan," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya