Berita

Dedi Prasetyo/Net

Hukum

Soal Kasus Listrik Padam Massal, Polri Masih Yakin Karena Pohon Yang Ketinggian

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 16:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tim Laboratorium Forensik Polri telah melakukan penelitian terhadap Pusat Pengatur Beban (P2B) PLN UPT Ungaran milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Hasil sementara yang dapat disimpulkan, gangguan listrik pada Minggu (4/8) karena adanya flash (loncatan listrik) akibat tingginya pohon yang melebihi batas right of way (ROW).

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, selain melakukan olah lokasi atau TKP, polri juga bakal melakukan penyelidikan dari hulu hingga hilir yang dimulai dari Transmisi 500 KV di Ungaran.


“Ada 225 pembangit, kemudian jalur Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten kemudian terakhir DKI Jakarta,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/8).

“Yang terpenting jadi fokus tim investigasi di P2B Gandul,” tambah Dedi menjelaskan.

Mengapa difokuskan di P2B Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat. Dedi menjelaskan, dari situlah bisa dipantau jalur distribusi listrik terhadap 225 pembangit setiap 30 menit di wilayah Jawa dan Bali.

“Itu bisa dilihat semuanya sejauh mana kesiapannya secara teknis kemudian dari human (faktor manusia),” jelas Dedi.

Setelah itu, penyelidikan dilanjutkan dengan pendalaman di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Suralaya, Muara Karang dan terakhir di central komando di PLN Pusat.

“Waktu tim bekerja dua pekan, di bagi jadi dua tahap. Pekan pertama kalau sudah berhasil melalui assessment penyebab awal terjadinya black out (padam listrik), nanti akan disampaikan,” ujar Dedi.

Rencananya, Kamis pekan depan hasil penyelidikan penyebab matinya listrik di separuh pulau Jawa ini bakal disampaikan.

“Untuk hasil komprehensifnya nanti pekan kedua. Nanti diaudit semuanya itu, dari Ungaran sampai Jabar kemudian Banten, kemudian Jakarta,” pungkas Dedi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya