Berita

Aksi Protes di Sudan/Net

Dunia

AS Belum Siap Hapus Sudan Dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 07:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat masih perlu menyelesaikan masalah lama dengan Sudan sebelum dapat mempertimbangkan untuk menghapusnya dari daftar negara sponsor terorisme.

Begitu kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri, David Hale.

"Ada sejumlah hal yang kami nantikan untuk terlibat dengan pemerintah yang dipimpin warga sipil," kata Hale yang menjabat sebagai Sekretaris Urusan di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam konferensi pers di Khatoum (Rabu, 7/8).


Hale menambahkan, masalah-masalah yang harus dibenahi Sudan termasuk hak asasi manusia, kebebasan beragama dan upaya anti-terorisme.

"Serta mempromosikan perdamaian internal, stabilitas politik dan pemulihan ekonomi di Sudan," kata Hale, seperti dimuat Reuters.

Pemerintah Amerika Serikat diketahui menambahkan Sudan ke dalam daftar sponsor negara terorisme pada tahun 1993 atas tuduhan bahwa pemerintah Islamis Presiden Bashir saat itu mendukung terorisme.

Penunjukan sebagai sponsor negara terorisme membuat Sudan tidak memenuhi syarat untuk menerima bantuan hutang dan pembiayaan yang sangat dibutuhkan dari pemberi pinjaman seperti Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

Karena itulah, penghapusan Sudan dari daftar itu diperluka untuk membuka pintu bagi bantuan dan investasi asing.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri menunda pembicaraan tentang normalisasi hubungan dengan Sudan pada April lalu setelah penggulingan Presiden Omar al-Bashir, dan Hale mengatakan bahwa penangguhan tetap dilakukan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya