Berita

Penjagaan ketat di Kashmir/Net

Dunia

Buntut Masalah Kashmir, Pakistan Usir Utusan India Dan Tangguhkan Perdagangan Bilateral

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 | 02:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pakistan siap memanggil dutabesarnya di New Delhi dan mengusir utusan India di Islamabad di tengah ketegangan terkait status wilayah Kashmir.

"Kami akan memanggil kembali duta besar kami dari Delhi dan mengirim kembali utusan mereka," kata Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi dalam sebuah pengumuman di televisi basional Pakistan (Rabu, 7/8), seperti dimuat AFP.

Bukan hanya itu, dalam pernyataan berbeda, pemerintah Pakistan juga menyatakan siap untuk menangguhkan perdagangan bilateral dengan India dalam upaya penurunan hubungan diplomatik antara kedua negara tetangga tersebut.


Ketegangan yang muncul antara kedua negara diakibatkan oleh langkah agresif pemerintah India yang mencabut status otonomi khusus Kashmir.

Wilayah itu sendiri diketahui kerap menjadi titik api hubungan kedua negara. Kashmir merupakan wilayah yang terbagi dan diperebutkan dua negara sejak kemerdekaan mereka pada tahun 1947.

Wilayah Kashmir bagian India memiliki otonomi khusus yang berarti wilayah itu bisa membuat aturan sendiri. Namun awal pekan ini pemerintah India mencabut status khusus Kashmir untuk sepenuhnya mengintegrasikan wilayah mayoritas Muslim itu dengan seluruh negara.

"Seluruh konstitusi akan berlaku untuk negara Jammu dan Kashmir," kata Menteri Dalam Negeri Amit Shah dalam pengumumannya awal pekan ini.

Pencabutan status otonomi khusus itu diketahui sesuai dengan janji Perdana Menteri Narendra Modi.

Partai penguasa telah mendorong untuk mengakhiri status konstitusional khusus Kashmir, dengan alasan bahwa undang-undang tersebut telah menghambat integrasinya dengan India.

Pakistan mengecam keras tindakan itu dan mencapnya sebagai tindakan ilegal yang tidak akan pernah dapat diterima oleh orang-orang Jammu dan Kashmir serta Pakistan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Dunia Film Berduka, Bintang Jurassic Park Sam Neill Meninggal Dunia

Senin, 13 Juli 2026 | 16:19

Kapolri dan Jajaran Sowan ke Cilangkap Perkuat Silaturahmi dengan Panglima TNI

Senin, 13 Juli 2026 | 16:16

Bincang Ringan di Cilangkap

Senin, 13 Juli 2026 | 16:10

Demokrat Minta Kasus Mantan Jampidsus Febrie Diserahkan ke KPK

Senin, 13 Juli 2026 | 16:06

DPR Buka Peluang Panggil Mahfud MD Bahas Dugaan Cacat Prosedur Kasus Febrie

Senin, 13 Juli 2026 | 16:02

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Kebakaran Maut di Bangkok

Senin, 13 Juli 2026 | 15:59

Rasio Defisit APBN 2026 Paling Tinggi Imbas Lonjakan Belanja Negara

Senin, 13 Juli 2026 | 15:53

Prabowo Diminta Ambil Langkah Strategis Atasi Ketegangan Polri-Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:44

Polri Didesak Berantas Buzzer Penyebar Disinformasi soal Pengamanan Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:30

Rakernas GPA Tegaskan Dukungan Penuh ke Prabowo dan Polri

Senin, 13 Juli 2026 | 15:16

Selengkapnya