Berita

Mantan Ketua KPK Abraham Samad (dua dari kanan)/RMOL

Hukum

Mantan Ketua KPK: Teror Adalah Sarapan Pagi Buat Kami

RABU, 07 AGUSTUS 2019 | 14:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kehidupan orang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan pernah lepas dari ancaman teror selama menjalankan tugas memberantas kejahatan rasuah.

Begitu dikatakan mantan Ketua KPK Abraham Samad dalam diskusi bertema 'Menakar Agenda Calon Pimpinan KPK dalam Melindungi Pegawai KPK dan Pegiat Antikorupsi' di Bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).

"Teror itu sudah seperti sarapan pagi pagi bagi kami, karena setiap hari tidak ada waktu untuk tidak ada teror," ujar Samad.


Sering mengalami teror, lanjut Samad, membuat semua karyawan dan petugas KPK seperti sudah terbiasa. Bahkan, mereka tidak peduli lagi dengan teror.

"Tetapi saking tidak peduli itu, kemudian dia lengah. Nah kejadian ini yang mungkin terjadi sama Mas Novel (penyidik KPK Novel Baswedan," jelasnya.

Novel Baswedan adalah penyidik KPK yang mengalami kejadian penyiraman air keras pada 11 April 2017 silam usai salat subuh di masjid sekitar rumahnya. Hingga saat ini, pelaku penyiraman masih gelap.

Bagi Samad, kejadian-kejadian yang dibiasakan seperti kasus Novel harus bisa dijamin bahwa kejadian tersebut tidak akan pernah terulang lagi.

"Dia sudah biasa dari dulu dengan namanya teror, tapi kemudian terbiasa itu membuat dia lengah," tukasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya