Berita

John Bolton/Net

Dunia

John Bolton: AS Siap Sanksi Perusahaan Yang Berbisnis Dengan Presiden Venezuela

RABU, 07 AGUSTUS 2019 | 09:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat dengan senang hati akan menjatuhkan sanksi pada perusahaan internasional yang melakukan bisnis dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Peringatan berbau ancaman itu disampaikan penasehat keamanan nasional pemerintahan Donald Trump, JOhn Bolton, saat berpidato di KTT tentang Venezuela di ibukota Peru, Lima, (Selasa, 6/8).

Dia menekankan bahwa tindakan internasional yang lebih keras diperlukan untuk mempercepat transisi kekuasaan di Venezuela.


"Kami mengirimkan sinyal kepada pihak ketiga yang ingin melakukan bisnis dengan rezim Maduro, lanjutkan dengan sangat hati-hati," kata Bolton, seperti dimuat Reuters.

Pidatonya datang sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membekukan aset pemerintah Venezuela dan melarang transaksi apa pun dengannya.

Langkah tersebut dapat menjerat hubungan Venezuela dengan Rusia dan China serta dengan perusahaan-perusahaan Barat.

Bolton kemudian menambahkan, langkah terbaru yang diambil Amerika Serikat memaksa perusahaan-perusahaan di seluruh dunia untuk memilih apakah akan mengambil risiko akses ke Amerika Serikat dan sistem keuangannya untuk bisnis dengan Maduro.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya