Berita

Menlu Iran Javad Zarif/Net

Dunia

AS Jatuhkan Sanksi Ke Menlu Zarif, Iran Minta Sekjen PBB Bertindak

RABU, 07 AGUSTUS 2019 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekjen PBB Antonio Guterres diminta memberikan respon yang pantas atas sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat untuk Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Menurut Republik Islam Iran, sanksi dari AS itu adalah preseden berbahaya.

Dalam sepucuk surat kepada Guterres, Dutabesar Iran untuk Amerika Serikat, Majid Takht Ravanchi, menuduh Amerika Serikat melakukan pelanggaran kasar terhadap prinsip dasar hukum internasional.


Dia juga mendesak masyarakat internasional untuk mengecam perilaku Amerika Serikat.

“(Mereka) memaksa negara kami untuk mematuhi tuntutan ilegal Amerika Serikat, mengancam multilateralisme sebagai landasan hubungan internasional, dan menetapkan preseden yang berbahaya, membuka jalan bagi mereka yang bercita-cita untuk memecah belah, bukan menyatukan,” tulis Dubes Majid Takht Ravanchi dalam surat tersebut.

Ravanchi meminta Guterres untuk memainkan peran dalam menjaga integritas PBB.

"Sesuai dengan tanggung jawab Anda untuk melawan tren berbahaya saat ini," sambungnya.

"Pengenaan sanksi ilegal terhadap Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran juga melanggar prinsip kesetaraan kedaulatan Negara," kata Ravanchi, dalam surat yang sama seperti dimuat Al Jazeera.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menolak mengomentari surat itu.

Sanksi Amerika Serikat yang dikenakan pada Zarif minggu lalu akan memblokir properti atau kepentingan apa pun yang dimilikinya di Amerika Serikat. Namun Zarif mengatakan bahwa dia tidak memiliki properti di sana.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya